Pesona Kata-kata

10 January 2010 in Komunikasi

ilust riopurboyo 021 Pesona Kata kata

Seorang bocah mengisi liburan dengan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. ”Aduh!” jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya sama persis, ”Aduh!”

Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, ”Hei! Siapa kau?” Terdengar jawaban, ”Hei! Siapa kau?” Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, ”Pengecut kamu!” Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, ”Apa yang terjadi?”

Dengan penuh bijaksana sang ayah tersenyum, ”Anakku, coba perhatikan.” Lelaki bijaksana itu berkata keras, ”Saya kagum padamu!” Suara di kejauhan menjawab, ”Saya kagum padamu!” Sekali lagi sang ayah berteriak ”Kamu Sang JUARA!” Suara itu menjawab, ”Kamu Sang JUARA!”

Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, ”Suara itu adalah GEMA, dan sebetulnya itulah KEHIDUPAN.”
~ ~ ~ ~ ~

Kita percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya, yang melihatnya. Setiap kata, seperti pemicu, yang mampu menelisik sisi terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan sesuatu. Kata-kata, akan senantiasa memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita, dalam berpikir, merasa, dan bertindak.

Satu prilaku kecil, seperti berbicara, dapat menghasilkan dampak yang tidak kita duga sebelumnya. Kita percaya, dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat dahsyat. Dan kita telah sama-sama membuktikannya dalam cerita di atas.

Kekuatan kata-kata, akan selalu hadir pada kita yang percaya. Bahwa ada harapan, ada keinginan, ada rintihan, ada kecemasan, dan ada pula permohonan khusus dalam perkataan kita. Kata-kata sejenis ini kita kenali dengan nama doa. Jawaban doa ada pada dia yang senantiasa percaya, bahwa selalu ada penyelesaian bagi yang sungguh-sungguh meminta. Sungguh-sungguh dalam mengharapkan, dalam memulai tindakan, dan dalam menuntaskan harapan.

Kerendahan hati menjadi salah satu indikasi kesungguhan pada sebuah doa. Karena kita tidak mengetahui jawaban terbaik dari yang dapat kita minta. Karena kita tidak berwenang untuk mengharuskan terkabulnya permintaan-permintaan kita. Karena di ujung hati kecil kita, muncul kesadaran bahwa kita justru diperintahkan untuk mengharap, meminta, dan menyerahkan jawaban dari permintaan kita kepada kasih sayangNya. Karena tidak mungkin bagiNya untuk berlaku selain berkasih sayang kepada kita.

Keyakinan pada yang baik melahirkan perkataan yang baik. Kita yakin, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai dukungan, memberi kontribusi positif dalam setiap langkah manusia. Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Karena menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan itu sendiri. Dan sebaliknya, menyampaikan keburukan sebanding dengan setengah kemuraman.

Selamat berkata-kata! Sampaikanlah kebenaran walaupun ia sederhana. Ujarkanlah perkataan Anda dengan santun. Karena hati hanya bisa disentuh dengan hati. Semoga hidup Anda indah, karena benar dan santunnya perkataan Anda.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
10 January 2010 Komunikasi

Belum ada komentar.

Sampaikan komentar atau tanggapan



jumpai-di-facebook

Cuplikan Hikmah

Jika Anda membuat seseorang bahagia hari ini, Anda juga membuat dia berbahagia dua puluh tahun lagi, saat dia mengenang peristiwa itu — Sydney Smith

Search

Buku Favorit Anjuran