Inspirasi Detik ini

Tidak banyak gunanya memberitahu orang lain tentang kesulitan Anda, separuh dari mereka tidak peduli, sedang separuhnya lagi malah senang mendengarnya. — Brenda French

Semut

Posted by
|

Ada pelajaran sangat menarik, dari hewan ini. Saat Anda membuka Quran di surat ke-27 -”Semut” (An Naml)- Anda bisa temukan redaksi berikut ini

27: 18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

27: 19. maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Yuk kita kupas, apa yang dapat dipelajari…

1. Manajemen Krisis

Seperti dalam aspek kesehatan, “Mencegah lebih baik dari mengobati”. Dalam manajemen krisis, berlaku prinsip utama “Hindari krisis sebelum terjadi.” Panduan ini, hanya dapat dilakoni melalui skenario prediksi kemungkinan terburuk. Menggunakan pertanyaan berpola “as if framing”, berpola seolah-olah pasti terjadi, maka dalam hal ini kita ajukan pertanyaan, “Bagaimana sekiranya terjadi bencana terburuk?”

Dalam kisah semut di atas, bencana terburuk yang diperkirakan akan terjadi adalah perjalanan Nabi Sulaiman dan pasukannya yang melewati rumah-rumah semut itu, berpotensi menghancurleburkan liang-liang mereka. Maka yang mendesak dilakukan adalah upaya mengantisipasi terjadinya bahaya dan meminimalkan resiko yang mungkin terjadi. Yang utama, tentu, mendirikan pos-pos peringatan dan segera memberikan peringatan dini sebelum terjadinya bencana.

Tak saya duga, ternyata berlaku EWS (Early Warning System) di dunia semut!

Ada bencana yang diperkirakan akan terjadi. Maka, semut-semut itu segera memberi peringatan dini kepada koloninya agar terhindar dari bahaya yang lebih besar. Atau, bisa jadi, karena suatu sebab, Nabi Sulaiman akan mengambil jalur lain sehingga semut-semut itu terhindar dari bahaya. Akan tetapi pilihan semut adalah memberi peringatan dini, tidak mengambil resiko yang lebih besar.

Di bagian ini, kita bisa pelajari bahwa adalah lebih baik untuk mengambil tindakan atas apa yang ada dalam rentang kendali kita. Bukannya hanya berharap munculnya perubahan positif pada pihak-pihak di luar rentang kendali kita. Dengan demikian, sikap mandiri dan sadar atas tanggung jawab pribadi dan koloni, adalah yang utama!

2. Doa

… Dan dia (Sulaiman) berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Telah berlalu kisah Firaun dengan puncak kekuasaannya, Qarun dengan gunung kekayaannya, dan Haman dengan jejaring birokrasi dan kecanggihan teknologinya. Dan kita paham, seperti apa ujung hidupnya.

Tapi di sini, tergambar dalam layar pikiran dan hati kita. Betapa seorang hamba-Nya, raja yang mulya, dan seorang nabi sekaligus; Sulaiman as., menampilkan sikap dan laku syukur atas semua anugrah yang dititipkan Allah padanya. Duh, betapa jauh diri ini, dari teladan yang demikian!

Betapa syahdu, doa yang beliau lantunkan. Dan, betapa butuhnya saya persering mengulangi doa seperti ini…

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Terima kasih, wahai para semut.
Jazakumullah khoir, untuk teladanmu, Nabi Sulaiman as.

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.