Inspirasi Detik ini

Sahabat terbaik dari kebenaran adalah waktu, musuh terbesarnya adalah prasangka, dan pengiringnya yang paling setia adalah kerendahan hati — Caleb Charles Colton

Beli Surga

Posted by
|

Pagi ini, tergerak tanganku mengambil buku tafsir karya Ibnu Katsir. Karena kangen dan mumpung ada waktu jeda sebelum kembali beraktivitas di Surabaya hari ini, kubuka surat kedelepan. Al Anfaal, harta rampasan perang.

Kutak jauh berpindah dari bahasan Ibnu Katsir, karena kuingin lebih dekat sambil kunyah pelan-pelan apa yang beliau tuliskan di situ. Ya, hanya di tiga ayat pertama. Tapi, sungguh betapa dalamnya tafsir yang beliau tuliskan.

Mataku tertumbuk pada penggalan ayat pertama.

“…oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu…”

Fattaqu Allaha wa ashlihuu dzaata bainikum.

Ibnu Katsir menuliskan, “Bertakwalah kepada Allah dalam semua urusanmu, dan perbaikilah segala sengketa yang terjadi di antara kamu, jangan menganiaya, jangan berkelahi, dan apa yang diberikan Allah kepadamu terimalah dan jangan bertengkar karena itu.”

Beliau lengkapi dengan keterangan dari sebuah hadis yang diriwayatkan Abul Ya’la Almaushili, berikut ini.

Anas ra., berkata, ketika Rasulullah saw duduk di antara kami, tiba-tiba ia tersenyum sehingga tampak gigi serinya.
Maka Umar bertanya, “Apakah yang menyebabkan tertawamu ya Rasulullah?”

Jawab Nabi saw., “Ada dua orang berlutut di hadapan Allah rabbul izzati. Lalu yang satu berkata, “Aku menuntut hakku yang dianaya oleh kawanku itu.” Maka Allah menyuruh orang yang menganiaya, “Kembalikan haknya.” Jawab orang itu, “Tiada sisa dari kebaikanku sesuatu pun.” Maka berkatalah orang yang menuntut itu, “Suruhlah ia menanggung dosaku.”

Tiba-tiba Rasulullah saw. mengucurkan air matanya menangis sambil bersabda, “Sesungguhnya hari itu sangat ngeri, hari di mana tiap orang ingin kalau ada orang yang dapat menanggung dosanya.”

Lalu Allah berfirman kepada orang yang menuntut. Lihatlah ke atas kepalamu, perhatikanlah surga-surga itu, maka ia mengangkat matanya lalu berkata, “Ya Tuhanku, aku melihat ada gedung-gedung dari emas bertaburkan mutiara, untuk Nabi yang manakah? Atau siddiq yang manakah? Atau syahid yang manakah itu?”

Jawab Allah, “Itu untuk siapa yang dapat membayar harganya.”

Ia bertanya, “Siapakah yang dapat membayar harganya?”

Jawab Allah, “Engkau mempunyai harganya.”

Ia bertanya, “Apakah itu, ya Tuhan?”

“Memaafkan kawanmu itu,” jawab Allah.

Langsung ia berkata, “Aku maafkan dia.”

Maka Allah berfirman, “Peganglah tangan kawanmu itu dan masuklah kalian berdua ke dalam surga.”

Kemudian Nabi saw., membaca “Fattaqu Allahu wa ashlihuu dzaata bainikum“, sebab Allah memperbaiki (mendamaikan) hubungan antara kaum mukminin di hari kiamat.


“… oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu…” (QS Al Anfaal, 8: 1)

Sebenar-benarnya saya mohon maaf lahir dan batin.
Terima kasih.

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.