Inspirasi Detik ini

Wanita sangat kuat apabila ia bersenjatakan kelemahannya — Cassimir Deffand

Pengulangan Berkala dan Mendalam

Posted by
|

Ada satu jawaban, atas jurang mengetahui tapi tidak bertindak. Anda tahu, sangatlah mudah menghadiri banyak seminar, membaca aneka buku, mendengarkan beragam ceramah; dan kemudian tidak menindaklanjuti dalam bentuk tindakan. Bukannya itu semua tidak penting, malah itu adalah sarana belajar yang penting, dan kita membutuhkannya. Masalah akan muncul ketika kita terus menjejali diri kita dengan berbagai pengetahuan baru, tanpa jeda untuk mengintegrasikan dan mewujudkannya dalam tindakan. Jika dibiarkan terus menerus, pikiran kita bisa kacau. Itulah penyebab, banyak orang tenggelam dalam lautan informasi.

Solusinya?

tetes air e1420442556249 Pengulangan Berkala dan Mendalam

Alihkan perhatian kita pada, “Mengapa ikan tidak mati tenggelam ketika berenang di dalam air?”

Ikan memang punya satu sistem monitoring internal yang membantunya, untuk mengambil hanya hal-hal yang dibutuhkan dari air, tidak lebih. Sesuatu yang bisa kita -manusia- gunakan, untuk menghadapi jutaan informasi yzng tersedia saat ini disertai kecenderungan kita menjadi informavor (pemburu dan pemangsa informasi, istilah yang dekat dengan karnivor dan herbivor).

Kita perlu menentukan apa yang perlu dipelajari guna membantu kita bekerja dan berkarya lebih baik lagi dan kemudian mengupayakannya sekuat tenaga. Agar dapat menguasai sesuatu sepenuhnya, kita perlu menyelami hal itu, sampai kita benar-benar mahir. Adalah pilihan yang baik, untuk benar-benar memahami beberapa buku bagus daripada membaca banyak buku sekaligus. Kita perlu mengunyah ilmu perlahan-lahan dan mencernanya, sehingga ia menjadi bagian dari diri kita.

Dan, inilah kekuatan dari pengulangan berkala. Secara mental, kita lebih bisa dipengaruhi oleh sejumlah kecil hal yang dikuasai sepenuhnya dengan pengulangan berkala daripada oleh 20 buku yang hanya dibaca sekali. Kebiasaan menghadiri seminar atau membaca buku hanya satu kali, untuk menyerap informasi baru, hanya akan membangun kebiasaan melupakan sesuatu. Di situ kita hanya melatih diri untuk tahu, bukannya untuk melaksanakan. Anda tahu, pikiran manusia terus menerus melakukan satu dari dua hal ini: mempelajari sesuatu yang baru atau melupakannya. Kalau kita mengabaikan sesuatu, kita akan segera melupakannya. Tapi, ketika kita memfokuskan diri pada sesuatu, dengan pengulangan berkala yang mendalam, kita akan terus mengingatnya.

Alih-alih menghadiri seminar yang bagus hanya sekali, tambahkanlah dengan membuat catatan. Ulangi bacaan beberapa kali, lalu berusalah untuk mengikat makna dari apa yang dipelajari. Catat poin-poin pentingnya, gagasan yang menarik untuk dilakukan, dan pelajari secara keseluruhan.

Merunut pengalaman seorang pakar, ia menyatakan agar dapat sungguh-sungguh menguasai suatu bidang, ia harus fokus pada sejumlah ilmu (pengetahuan) tertentu, bukannya pada terlalu banyak informasi. Ditambahkannya, ia perlu membangun strategi mental tertentu untuk terus menjaga ketertarikannya serta membidik dengan tepat apa yang ingin ia terapkan dalam kehidupan.

“Seseorang sebaiknya belajar sedikit ilmu tetapi lebih sering, bukannya banyak pengetahuan tetapi tidak sering.” Dengan begitu, ilmunya bisa merasuk dalam pola pikir dan perilaku dalam hidupnya.

“Seorang berilmu belum berpindah dari kebodohan atas ilmunya, hingga ia mengamalkannya.” (Fudhail bin ‘Iyadh)

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.