Inspirasi Detik ini

Di manapun hatimu berada, di situlah akan kau temukan hartamu. — Paulo Coelho, dalam “The Alchemist”

Sampah Hati

Posted by
|

Ibnul Qoyyim al Jauziyah, menuliskan ada sepuluh hal yang dapat mengotori hati. Bisa disebut sebagai sampah hati.

Tujuan dari mempelajari “Sampah Hati” ini adalah supaya kita bisa menjaga kenikmatan berupaya dalam kerangka ibadah, tidak hanya mengejar target atau hanya sebagai bagian dari rutinitas pekerjaan.

Kesepuluh sampah hati yang dimaksud, adalah:

1. Ilmu yang tidak diamalkan, tidak aplikatif.

Dalam pembelajaran, yang terjadi hanya transfer ilmu, tapi tidak ada ruhnya, tidak terasa manfaatnya di lapangan.

Untuk mencegah/mengobati penyakit ini, tanyakanlah:

“Sudahkah saya mengamalkan apa yang saya bicarakan?”

“Apa kontribusi nyata kepada sesama, dari mencari ilmu selama ini?”

“Apa yang dapat saya rasakan/maknai, setelah membagikan ilmu kepada sesama?”

Semoga kita terus teringat, betapa “Berilmu itu, artinya juga, bertambah amal.”

 

2. Amal yang tiada keikhlasan di dalamnya, atau bisa juga, amal yang tidak bisa diteladani.

Mengapa tidak bisa diteladani? Karena si pemilik takut, kalau-kalau ilmunya dicontoh orang lain. Sehingga membuat si pemilik ilmu merasa sombong/riya’, karena merasa dirinyalah pemilik satu-satu ilmu tertentu itu.

Cara mengobati/mencegah, ajukanlah pertanyaan pembuka kesadaran, berikut:

“Siapa yang menggerakkan semua karunia ini?”

Ketika kita merasa bahwa semua karunia, sejatinya adalah dari Allah, maka sudah sepatutnya kita mensyukuri semua hal dengan taqwa. Dengannya, Allah akan menambahkan ilmu-ilmu baru. Dijamin!

 

3. Harta yang tidak diinfaqkan di jalan Allah, atau harta yang tidak bisa dinikmati oleh pemiliknya di dunia bahkan saat bertemu Allah di akhirat .

Pernahkah Anda temui, seorang pemilik dunia atau pernak-perniknya, tapi tak terlihat kenikmatannya? Harta yang ada, hanya disimpan, ditumpuk tanpa mampu dikeluarkan oleh si pemilik bahkan untuk keperluan yang jelas-jelas penting: berobat, mendidik keluarga, atau proyek kebaikan.

Betapa sesaknya, penderita sampah hati seperti ini!

 

4. Hati yang kosong dari cinta, kerinduan, dan kemesraan pada Allah swt.

Anda tahu, jika syahwat dominan, rasa malu akan hilang, dan aturan Allah pun akan ditabrak, demi pemuasan belaka.

 

5. Badan -sehat- yang kosong dari ketaatan kepada Allah swt.

 

6. Cinta kepada Allah, yang tidak terikat pada ridho-Nya, hanya cinta basa-basi tanpa bukti.

Untuk menjaga diri dari sampah hati ini, tanyakanlah, “Apakah yang saya lakukan ini, diridhoi Allah?”

 

7. Waktu yang kosong dari koreksi (evaluasi) atas kealpaan diri.

“Adakah, semakin bertambah usia, semakin bijak atau malah kekanak-kanakan?”

“Adakah semakin tua, semakin dewasa atau malah emosional bahkan reaktif tak bertujuan?”

 

8. Pikiran yang berkelana tanpa arah dan tujuan, lalu singgah hinggap ke hal-hal yang tiada guna.

 

9. Khidmah (amal pelayanan, services) yang tidak mendekatkan diri kita kepada Allah dan tidak pula manfaatnya kembali pada diri sendiri, baik dalam aspek dunia atau akhirat.

 

10. Takut dan harap yang diperuntukkan bagi selain Allah.

 

* * * *

Semoga kita terlindungi, terjaga, dan terjauhkan dari semua penyakit hati, semisal “Sampah Hati” di atas.

Laa haula wa laa quwwata illa billaah. “Tiada daya untuk menghindar dari keburukan dan tiada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan, selain dengan pertolongan Allah, Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

 

 

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.