Inspirasi Detik ini

Semakin sebuah pelatihan men-stimulasi dan men-simulasi tindakan yang harus kita ambil di dunia nyata, semakin efektiflah ia. — Rio Purboyo

Belajar dari Pengalaman Terstruktur

Posted by
|

Dasar metode pembelajaran ini adalah (daur) belajar dari pengalaman. Proses belajar berjalan secara bertahap, dengan siklus: MELAKUKAN, MENGUNGKAPKAN, MENGANALISIS, dan MENYIMPULKAN.

Tahap MELAKUKAN.

Adalah tahap melaksanakan tugas dalam pengalaman nyata. Bisa dalam bentuk simulasi, permainan kelompok, pekerjaan pribadi, tes, dan sebagainya. Para peserta didorong untuk melakukan pelaksanaan kegiatan dengan sepenuh potensi diri: fisik, pikiran, emosi, dan nurani. Secara motoric, kegiatan mampu melibatkan emosi dan menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki. Selain keterlibatan diri, seseorang juga berinteraksi dengan peserta lain dan memunculkan “memori pengalaman”. Kegiatan yang dilakukan biasanya bermuatan emosional, sehingga peserta larut dalam melakukan aktivitas tersebut.

Tahap MENGUNGKAPKAN.

Adalah tahap melakukan sistematika pengujaran atas pengalaman, secara urut dan logis. Inilah peristiwa pengalaman ilmiah: peristiwa yang menyangkut dirinya atau teman seperjalanan. Pengalaman yang diungkap berupa pengalaman fisik, pengalaman kejiwaan, dan emosi. Dengan pengungkapan ini, diharapkan tersampaikan kekuatan dan kelemahan diri, sekaligus sebagai pengenalan diri.

Tahap MENGANALISIS.

Adalah tahap menilai hubungan antar-pengalaman, antara perilaku dan nilai-nilai acuan, antara emosi dan rasio; serta hubungan antar-pribadi peserta. Proses analisis dapat dilakukan sebagai presentasi pribadi atau diskusi kelompok. Analisis bisa dilakukan, untuk menjawab pertanyaan sederhana, “Mengapa terjadi seperti itu?” atau “Mengapa saya begini, sedangkan kamu begitu?”

Tahap KESIMPULAN.

Adalah tahapan munculnya “Pengalaman AHA”. Secara alamiah, pribadi yang belajar selalu akan tiba pada suatu momen “AHA” yang lebih besar ketika ia terlibat dalam diskusi, renungan (refleksi), atau  terciptanya kesadaran diri yang baru.

“AHA” atau “Oh!” adalah lontaran ungkapan sebagai bukti bahwa seseorang memahami sesuatu mengapa itu terjadi, atau ketika ia tiba pada titik penemuan hal baru.

 

Setiap tahapan di atas berjalan berututan, kemudian berputar dan berulang dalam daur belajar pengalaman terstruktur.

 

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.