Inspirasi Detik ini

Laksana oase, keterlibatan penuh saat gunakan kekuatan utama, jadikan kita gembira seutuhnya. Alih-alih harapkan hadirnya pujian atas kerjaan kita, yang bahkan tanpanya pun, kita masih bergelimang keringat tapi sudah bersuka cita dalam kedamaian. Jika tiba-tiba, muncul celetukan “lelah, tapi puaas!!!”, tentu ini spontanitas yang patut disyukuri. — Rio Purboyo

Target Ramadhan

Posted by
|

“Selama Ramadhan kali ini, apa yang ingin Anda hasilkan?”

Inspirasi kebaikan dan kreasi kesabaran. Mempertahankan keduanya langgeng, adalah niscaya bagi setiap penggerak kebaikan. Sebab, keduanya laksana ruh bagi dakwah. Maka, stabilitas ruhiyah adalah tuntutan, sekaligus kebutuhan.

Pasti, akan lebih baik ketika ada peningkatan yang signifikan, seiring pengalaman yang didapat di lapangan. Sebagaimana melatih diri atas prinsip yang berasal dari sebuah doa ini “Letakkan dunia di tanganku, bukannya di hatiku.” Panduan sederhana itu, hanya mampu berdiri kokoh di atas jiwa yang hidup, sehat, dan berkualitas tinggi. Karena di satu sisi, dalam kesehariannya seseorang menjadi sangat dekat dengan target pencapaian obsesi dunianya; dan di sisi lainnya di saat yang bersamaan, ia perlu menciptakan jurang kejiwaan yang lebar antara obsesi pencapaian dan rasa memiliki target yang diraih. Dan ini, sungguh pekerjaan orang-orang kuat.

Ini seperti pekerjaan para pecinta, yang terus menerus memberi tanpa menghiraukan berapa banyak yang kembali diterima. Ini seperti pekerjaan para pecinta, yang terus berupaya agar yang dicintainya, makin bertumbuh, terus berkembang; dengan cara dan kekhasan sang kekasih. Ini seperti misi para Nabi, sang pecinta sejati, yang terus memperhatikan keadaan yang dicintai, bahkan hingga di akhir hayatnya. Disebut-sebutnya pula, nama-namanya, lekat dalam cinta misi. “Ummatku, ummatku…”

Maka, membuat orang-orang baik tetap terjaga kebaikannya bahkan melejit jadi lebih baik, adalah tantangan utama. Dan, sesaat lagi, hadir kembali, Ramadhan. Entah, dalam perasaan dan kesadaran jiwa seperti apa Anda menyambutnya. Toh, momentum sebulan ini, menjadi saat-saat istimewa karena ia adalah Ramadhan. Sebagaimana kita menduga akan mudah temukan tampilan memesona, saat tonton permainan sepakbola di Piala Dunia. Karena kita sadar dan merasakan bedanya, sungguh jauh terasa atmosfernya dibandingkan dengan -misalnya- laga sepakbola antar kampung.

“Karena ini Piala Dunia.” Anda bilang.
Iya, benar.
Karena ini, Ramadhan!

Ada empat kiat mudah, untuk memenuhi apa yang ingin Anda raih. Termasuk dalam berhenti sejenak di “Terminal Ruhiyah” Ramadhan kali ini. Singkatan kiatnya SMK-P.

Stop. “Apa yang perlu kita hentikan?”
Mulai. “Apa yang perlu kita mulai lakukan?”
Kurangi. “Apa yang perlu kita kurangi, sedikitkan”
Perbanyak. “Apa yang perlu kita persering, perbanyak?”

Jadi, “Apa yang ingin Anda penuhi selama Ramadhan ini?”

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.