Inspirasi Detik ini

Kalau Tuhan adalah mitra Anda, maka buatlah rencana Anda besar. — Douglas Mc Arthur

Mindset Gelombang Ketiga

Posted by
|

Kita sekarang masuk dalam abad keterhubungan. Fenomena ini adalah fenomena jejaring, baik jejaring budaya, sosial, politik, hingga jejaring ekonomi. Dampak terpenting dari meningkatnya keterhubungan ini adalah semakin mudahnya ide, informasi, dan sumberdaya menyebar.

Tentunya ini berlaku sama, baik bagi penyebaran yang bersifat positif maupun negatif.

Efek dari meningkatnya kecepatan dan variasi penyebaran adalah meningkatnya fluktuasi dalam berbagai sendi kehidupan. Sesuatu cepat datang, tetapi juga cepat hilang. Dalam dunia gelombang ketiga yang semakin fluktuatif ini, dibutuhkan pola pikir (#mindset) khusus agar tidak tidak terhempas, tetapi justru dapat menunggangi gelombang sejarah ini.

Pola pikir yang tepat dikembangkan untuk hidup dalam era gelombang ketiga ini, memiliki empat komponen utama.

1. Arsitektural
Pola pikir pertama yang harus dimiliki adalah kesadaran bahwa manusia adalah subyek dan pelaku utama dalam peradaban. Sebagai pelaku utama maka manusia bertanggung jawab untuk membuat sebuah grand design, atau dalam bahasa gelombang ketiga sebuah operating system, yang akan menjadi platform untuk segala aktivitas kehidupan.

Kemampuan imaji dan desain ini, mirip dengan kemampuan seorang arsitek yang harus mengimajinasikan dan membayangkan sebuah desain bangunan yang asalnya tidak ada menjadi ada. Sekaligus merespon ruang yang terhampar di hadapannya. Sebuah kemampuan penciptaan.

2. Fungsional
Setelah proses imaji dan desain, langkah selanjutnya adalah mewujudkannya. Proses perwujudan ini bergantung pada kemampuan kita menilik segala yang ada di sekitar kita sebagai kesempatan dan sumber daya yang dapat difungsikan untuk mewujudkan desain kita. Kita selalu mencari fungsi dan faedah dari apa pun yang ada di sekitar kita.

3. Eksperimental
Seperti sudah disebutkan, sifat utama gelombang ketiga adalah meningkatnya konektivitas dan cepatnya perubahan yang terjadi. Tingginya kompleksitas dan perubahan yang cepat terjadi, berdampak sulitnya melakukan prediksi dan betapa setiap solusi yang ditemukan akan memiliki waktu kadaluarsa yang sangat pendek. Akibatnya, mau tidak mau kita harus memiliki pola pikir yang selalu terbuka dan berani mengambil risiko. Berani mengakui keterbatasan intuisi dan mengakusi setiap solusi sifatnya kontemporer. Kita harus membuat eksperimentasi menjadi default.

4. Kreatif
Adakalanya jalan buntu tetap menghadang meskipun segala daya upaya telah dikerahkan. Pada situasi seperti ini, hal yang akan menyelamatkan kita adalah kreativitas. Kreativitas adalah kemampuan untuk memulai ketika yang lainnya terhenti.

Pada era konektivitas tinggi ini, kita perlu mendefinisikan ulang arti kreativitas. Biasanya kreativitas dianggap sebagai hasil dari intuisi jenius dari individu yang terisolasi. Nah, dalam gelombang ketiga, kreativitas adalah kemampuan menggabungkan hal-hal yang sudah ada sebelumnya menjadi sebuah entitas baru. Konektivitas (keterhubungan) menjadi sumber kreativitas.

(diambil dari buku buku “Gelombang Ketiga”, Anis Matta)

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.