Inspirasi Detik ini

Orang yang bahagia bukanlah orang pada lingkungan tertentu, melainkan orang dengan sikap-sikap tertentu — Hugh Downs

Percakapan Krusial

Posted by
|

Pertentangan pendapat, emosi tinggi, dan pertaruhan risiko; adalah tiga ciri percakapan krusial.

Ada saja kejadian saat kita berkomunikasi dengan orang lain, muncul perasaan jengkel, takut, atau kesal. Sayangnya, dari banyak studi di lapangan menunjukkan bahwa peristiwa itu malah membawa dampak besar bagi kehidupan. Ada efek baik dan buruk.

Dalam keseharian, kita bisa temukan contohnya:
* Menghadapi anak remaja yang memberontak.
* Mengatasi pertanyaan siswa yang kreatif, bahkan dinilai terlalu kritis.
* Meminta seorang teman untuk melunasi pinjaman.
* Memberi umpan balik kepada atasan, mengenai sikapnya.
* Mendekati bos yang tanpa sadar melanggar kebijakannya sendiri menyangkut panduan dan-atau sasaran organisasi.
* Mengkritik hasil kerja seorang kolega (teman sebaya).
* Berbicara dengan anggota tim mengenai kebersihan.

Interaksi pelik seperti itu, dirasa berat bahkan oleh orang-orang dewasa. Banyak orang lebih memilih untuk menghindarinya, daripada menyelesaikannya dengan bertemu, berkomunikasi tatap muka, dan bicara terus terang.

 

seni dialog 300x250 Percakapan Krusial
Ada tiga pilihan saat kita terlibat dalam percakapan krusial.
1. Menghindarinya.
2. Menghadapinya dengan penanganan yang buruk.
3. Menghadapinya dengan solusi penanganan yang baik.

Lalu, bagaimanakah cara menggunakan opsi nomer (3) sebagai solusi yang efektif? Yang juga penting, mampukah kita melakukannya?

Sabtu akhir pekan lalu, 15 Maret, di sebuah lembaga pendidikan Internasional saya diminta hadir untuk memfasilitasi pelatihan “Komunikasi Harmonis”. Judul ini dipilih sebagai tema utama guna menyelesaikan “interaksi pelik” mirip contoh di atas. Di akhir sesi, setelah ragam simulasi dan tanya jawab yang gayeng, ada seorang ibu guru yang tanpa sengaja menyimpulkan pembelajaran siang itu.

Kata beliau, percakapan krusial bisa kita selesaikan ketika kita bersedia menghadapinya, bukan menghindarinya. Adapun alat bantu yang mutlak kita kuasai, lanjutnya, adalah:

1. Mendengarkan aktif.
Karena dengan mendengarkan seksama, kita belajar untuk melihat keseluruhan sisi. “Pendapatku benar, tapi mungkin salah. Dan pendapatmu salah, tapi mungkin benar.” Ketika mendengarkan, kita menyebarkan aroma keamanan bagi seluruh pihak. Dengan mendengarkan, dan seringkali diimbangi ajuan pertanyaan tepat, kita menciptakan kenyamanan pada orang lain. Karena kita sungguh-sungguh memperhatikan maksud/harapan teman bicara, bukannya bersiap-siap untuk menyerangnya.

2. Menyepakati tujuan bersama, agar merasa sama-sama menguntungkan.
Setelah terjalin keakraban yang produktif, dengan saling mendengarkan. Kita bisa meneruskan ke tahap berikutnya.

“Mari kita berangkat dari pilihan ketiga. Ini tidak harus bermula dari kepentingan saya, atau juga dari lokasi kepentinganmu. Tapi, mari berangkat dari alternatif ketiga yang bisa kita setujui bersama. Dan titik itu, tidak harus berada tepat di tengah-tengah. Bisa saja muncul di titik luar dari kedua pilihan kita. Dengan begitu, akan tercipta ruang dua dimensi berbentuk segitiga kesepakatan. Dan itulah sasaran kita”.

3. Komitmen dalam bentuk tindakan.
Di ujung tiap simulasi, selalu terselip pertanyaan pemicu tindakan. “Apa yang perlu saya lakukan sekarang, supaya tujuan ini tercapai?”

Yuk berlatih bersama!
NB)

Ketika Anda perlu fasilitator untuk selesaikan percakapan krusial, Anda bisa pertimbangkan untuk menghubungi saya di 0858-1531-1207. Pikirkanlah, kapan waktu yang sesuai untuk kita berlatih bersama, mulai sekarang.

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.