Inspirasi Detik ini

Yang bekerja penuh sukacita karena kecintaan terhadap aktivitasnya, lebih mudah menemukan cara dan sarana atasi tantangan di sepanjang perjalanan. Ia pun menjadikan aktivitasnya “enak” diperhatikan sesama, patut diteladani, dan menjadi bagian dari kemajuan peradaban.

Apa yang Anda Buru?

Posted by
|

Apa pun yang terjadi, tetaplah memegang kesadaran akan harapan.

Kesadaran ini, menggambarkan apa saja harapan dekat dan jauh yang ingin kita rengkuh.

Harapan dekat, di dunia. Berguna sebagai puncak hiburan, pendorong, dan penyegar diri untuk senantiasa beramal. Spiritnya jelas tertulis dalam doa-doa abadi yang selalu kita ucapkan.

“Dan di antara mereka ada yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Harapan sangat jauh, ialah surga dan ridho Allah swt.

“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan beramal salih ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutra. Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.” (QS Al-Hajj: 23-24)

Harapan terjauh, adalah surga. Harapan ini, harus terus menerus kita hadirkan, kita bayangkan, dan kita angankan.

Yahya bin Mu’adz mengatakan, “Memburu dunia kadang merendahkan jiwa, sedang memburu akhirat adalah kemulyaan jiwa. Maka bagaimana bisa kita memburu apa yang merendahkan untuk mencari apa yang fana. Serta meninggalkan apa yang memulyakan untuk mencari yang abadi.”

Beliau juga berkata, “Dunia adalah tempat yang gersang. Lebih gersang lagi adalah hati-hati yang memburunya. Sedang akhirat adalah tempat yang makmur. Dan lebih makmur lagi adalah jiwa-jiwa yang mencarinya.”

Suatu waktu, seorang lelaki meminta nasihat kepada Ibnu Samak. Beliau menasihatinya, “Hati-hati jika kelak kamu ingin datang ke surga yang luasnya seluas langit dan bumi, dan ternyata tidak ada tempat untuk engkau meski sejengkal.”

Kita sadari, harapan dekat adalah kebahagiaan dunia, kejayaan di dunia, dan kesempatan untuk memakmurkan bumi bagi kehidupan yang lebih baik.

Spirit pemakmuran ini penting untuk terus kita dengungkan dalam tiap kerja-kerja kita. Karena “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya.” (QS Hud: 61)

Maka, pada tataran terdekat kita berpikir bagaimana untuk merealisasikan gagasan pemakmuran bumi. Sementara itu, harapan inti kita pada dasarnya ialah harapan yang sangat jauh: ridho Allah dan surgaNya.

Mengingatkan diri kembali, atas apa pun yang kita buru sebagai tujuan, adalah titik kesadaran kita dalam memulakan segala niatan. Karena tanpa itu, segalanya bisa berubah menjadi sangat hampa. Tiada makna yang berarti. Tiada kebahagiaan hakiki yang diraih.

Tanpa kesadaran akan harapan, karya-karya nyata yang ada hanyalah parade keterpaksaan demi keterpaksaan. Tanpa kesadaran akan harapan, hati akan menjadi sangat kering. Tanpa kesadaran akan harapan, pemberian akan berujung pada keterlanjuran yang sering disesali.

Maka sekaranglah, mimpi-mimpi dan kerinduan akan kebahagiaan, balasan kebaikan, dan kejayaan, sangat perlu untuk kita hadirkan kembali.

Maka, di sinilah peran utama kesadaran akan harapan.

Kesadaran ini, mungkin tidak akan menghilangkan sama sekali rasa lelah akibat berkarya, berbagi potensi, dan berkontribusi.
Kesadaran ini, juga tidak akan menghilangkan hadirnya masalah dan potensi kegagalan.

Tapi, dengan kesadaran ini, setidaknya kita mampu menjawab ke mana muara dari semua pekerjaan dan kontribusi kita arahkan.

Dengan kesadaran ini, kita masih terus mempunyai alasan mengapa apa pun yang terjadi, kita tetap melayani dan berkontribusi.

Semoga!

niat harapan e1383955759529 Apa yang Anda Buru?

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.