Inspirasi Detik ini

Saya yakin, cepat atau lambat, membuka kembali lembaran kilas balik kehidupan, menyisakan harapan dan ketakutan. Berharap-harap agar yang dilakukan bermanfaat tanpa terbatasi usia, dan semakin baik ke depannya. Takut, jangan-jangan yang kemarin itu tidak optimal, dan karenanya menyimpan peluang pertobatan dan perbaikan. — Rio Purboyo

Coaching Pribadi

Posted by
|

Adakalanya, ketika kita merasa buntu dan tidak tahu apa yang kita inginkan. Ada saatnya, ketika kita merasa terhenti, entah karena apa, tidak kita pahami sebabnya. Ada juga waktunya, ketika kita merasa tidak berdaya menghadapi tantangan yang terasa tiba-tiba tersedia di depan mata.

Buntu. Berhenti. Tidak berdaya. Bisa jadi, ada banyak pilihan solusi. Tapi, beberapa kali yang manjur buatku, ialah dengan menjadi “pelatih pribadi”. Personal Coach.

“Bagaimana persisnya itu terjadi?”

Lho, Anda sudah mulai mengerti bahwa coaching erat dengan mengajukan pertanyaan.

Pertanyaan yang seperti apa? Dan, kenapa bertanya? Di artikel yang lain, saya telah bahas lebih detail.

coaching conversation e1382941875916 Coaching Pribadi

Baiklah, demi menjawab pertanyaan “Bagaimana itu terjadi?” Di bawah ini penjelasannya.

Sementara Anda mengalami kondisi kurang (tidak) nyaman, seperti contoh di awal artikel, ambillah jeda sejenak. Berhentilah sesaat dari aktivitas yang sedang Anda kerjakan. Tentunya, Anda mampu menyesuaikan dengan keadaan yang terjadi pada lingkungan sekitar. Misalnya, ketika Anda berada di dalam rapat, pasti lebih elegan sekiranya Anda jeda hanya dengan duduk dan mengatur nafas agar lebih teratur. Atau jika perlu, Anda bisa juga sembari berjalan kecil dan berpindah ke lokasi yang Anda rasa lebih cocok.

Setelah mengondisikan diri dalam pola nafas yang lebih teratur, kondisi pikiran yang lebih tenang, dan berada di lokasi yang Anda rasa lebih nyaman; ajukanlah tiga pertanyaan berikut dengan rasa ingin tahu yang kuat.

1) Apa yang kuinginkan terjadi pada diriku?

Anda mungkin akan menjawab dalam kalimat “masalah”, misal: aku bingung. Ulangi pertanyaan nomer satu ini, hingga Anda dapatkan jawaban berbentuk kalimat “hasil”, misal: aku ingin mengerti.

Sebagai informasi, untuk mudah membedakan antara “masalah” dengan “hasil”, bisa Anda ketahui dari ciri- cirinya. Masalah itu: sedang dimiliki, tidak diinginkan, ingin dihilangkan. Sementara hasil itu: tidak dimiliki, diinginkan, ingin ada/bertambah.

Setelah mendapat jawaban yang jernih, Anda melanjutkan ke pertanyaan…

2) Dan, keinginanku itu, bila diibaratkan seperti apa?

“Seperti badan segar, setelah mandi pagi.” begitu jawaban yang muncul. Anda pun bisa sampaikan jawaban yang lainnya, sesuai apa yang keluar dari diri Anda.

Saatnya, menuntaskan dengan pertanyaan ketiga…

3) Dan, sebelum hal itu, apa yang perlu terjadi?

Untuk mempermudah pembaca memahami apa yang dilakukan, kutuliskan dalam format

Tanya:
Dan, Anda ingin mengerti (jawaban no 1), yang diibaratkan seperti badan segar setelah mandi pagi (jawaban no 2), sebelum hal itu, apa yang perlu terjadi?

Jawab:
Ya, saya perlu tanya ke teman yang lebih senior. Mungkin dia bisa menjelaskan lebih banyak, sehingga saya bisa mengerti.

- – -
Sampai di sini, apakah Anda merasakan manfaat dari penggunaan tiga pertanyaan di atas? Jika iya, sejak kapan Anda akan mulai membiasakan diri menggunakannya?

Selamat berlatih.

NB) Seandainya Anda ingin jalani sesi coaching yang lebih intensif, ijinkan saya membantu Anda. Silakan hubungi 0858-1531-1207.

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.