Inspirasi Detik ini

Ngeyel itu boleh, perlu bahkan. Selama untuk hal-hal yang penting, malah dianjurkan. Ngeyel gunakan cara-cara baru yang lebih cocok untuk peluang baru, sambil ngeyel tetep perhatikan tujuan-tujuan besar di balik cara-cara baru itu, adalah contoh ke-NGEYEL-an yang tepat! — Rio Purboyo

Clean Language dalam Keseharian

Posted by
|

Dengan niatan ingin membagikan pengalaman memanfaatkan “Clean Language”, saya putuskan menulis artikel ini. Bisa jadi, juga berguna untuk Anda.

Sebagai informasi, seperti yang tercantum dalam website praktisi “Clean Language Indonesia”, pengertian dan sejarah singkat “Clean Language”, adalah…

Clean Language (1980) dikembangkan oleh seorang psikoterapis unik keturunan Maori kelahiran Taurang, Selandia Baru – David J Grove (1950-2008). Pria lulusan dari Universitas Selandia Baru, Canterbury dan Otago ini, melanjutkan tingkat master di bidang psikologi konseling di Universitas Minnesota, Amerika Serikat. Sejak 1987 ia mengajar sejumlah terapis di Amerika, Inggris, Australia, dan Selandia Baru di seminarnya dengan latar belakang model Ericksonian, Family Therapy dan NLP, di samping itu ia lebih fokus pada teknik linguistik.

David Grove menulis sebuah buku bersama Bazil Panzer berjudul “Resolving Traumatic Memories: Metaphors and Symbols in Psychotherapy (1989), Irvington Publisher“. Ia menemukan bahwa kata atau kata-kata yang diucapkan klien lebih baik digunakan sebagai umpan balik yang berasal kata-kata asli klien dan metaforanya. Kata-kata asli (asal) dari klien memiliki makna pribadi yang dapat hilang jika seorang coach mencoba untuk menggantinya atau menambahkannya, sehingga mengurangi terjadinya rapport.

David Grove akhirnya mengembangkan serangkaian pedoman bertanya secara padat, singkat, dan mudah untuk mengungkapkan pengalaman-pengalaman klien masuk lebih mendalam lagi. Pedoman pertanyaan dan prosedur ini dinamakan “Clean Language”.

Clean Language yang berkembang pada tahun 1980-an merupakan hasil kerja metoda klinis untuk menyelesaikan masalah klien terutama pada klien traumatis. James Lawley & Penny Tompkins dalam karyanya, “Metaphors in Mind: Transformation through Symbolic Modelling (2000), Developing Press” menguraikan bahwa, ”David Grove menyadari banyak klien menggambarkan simptomnya melalui metafora, dan menemukan bahwa ketika ia bertanya hal-hal traumatis kepada klien dengan menggunakan kata-kata yang tepat (clean), persepi tentang trauma mulai berubah.”

Berikutnya, seperti janji saya di awal tulisan. Di bawah ini, adalah contoh pemanfaatan Clean Language. Yang mungkin menarik, percakapan ini terjadi seolah sambil lalu saja, saya “memfasilitasi” obrolan ringan ini lewat akun twitter saya. Selamat menyimak!

Transkrip di bawah ini, tanya jawab antara F dan saya. F adalah inisial nama seseorang, dan RP adalah inisial Rio Purboyo.

Teks berwarna hijau adalah pertanyaan-pertanyaan Clean Language.

F             : lagi belajar ikhlasin kegagalan, he he

RP          : Dan gagal. Apa yg coba kaumaknai darinya?

F             : Adalah batu-batu loncatan yang bisa membawaku ke seberang sungai.

RP          : Dan setelah membawamu ke seberang sungai, apa yg terjadi?

F             : Aku menemukannya! Ladang mentimun yg saangat subur. Dengan seorang petani yg menjaganya. icon biggrin Clean Language dalam Keseharian

RP          : Dan kamu menemukannya! Ladang mentimun yg saangat subur. Dengan seorang petani yg menjaganya. Seperti apa rasanya?

F             : Menegangkan! Tantangan-tantangan baru mulai bermunculan kembali. Hrs lebih cerdik lg dan lebih berani lg.

RP          : Apa sudah bisa kamu rasakan hrs lebih cerdik lg dan lebih berani lg, itu SEKARANG?

F             : Sedikit demi sedikit.. Bersamaan dg berdetiknya auqootii (*). Insyaallah Pak! icon smile Clean Language dalam Keseharian

RP          : Wah, selamat kalau begitu. Pamit undur diri ya, usai qt ngobrol barusan pakai #cleancoaching icon smile Clean Language dalam Keseharian

F             : Terimakasih atas interogasinya yg membangun Pak! Sampai jumpa di ladang mentimun. icon biggrin Clean Language dalam Keseharian

RP          : Sampai jumpa di ladang mentimun. icon biggrin Clean Language dalam Keseharian

Keterangan:
(*) auqootii: waktu, masa, perjalanan hidup.

= = =

Secara umum, manfaat Clean Language adalah sebagai berikut:

  1. Membantu orang lain membuat perubahan yang mereka inginkan dalam hidup mereka.
  2. Menyajikan informasi berharga bagi diri Anda dan orang lain mengenai cara mereka berpikir tentang sesuatu dan cara mereka melakukan sesuatu.
  3. Memperbaiki komunikasi, pemahaman, dan keakraban.
  4. Membantu manusia melakukan pikiran terbaik, merancang skenario untuk kreativitas terbesar, dan untuk memunculkan informasi baru.
  5. Memberdayakan seseorang untuk bertanggung jawab bagi dirinya sendiri.
  6. Memberdayakan seseorang memutuskan langkah selanjutnya bagi dirinya.
  7. Menghormati keunikan seseorang, membuatnya berharga, khususnya saat keberagaman dan perbedaan menjadi isu hangat.
  8. Memaksimalkan kolaborasi dan inovasi.
  9. Menghindari ‘mengarahkan saksi’ saat mencari kebenaran.
  10. Membuat Anda dapat menggunakan bahasa orang lain, sehingga mereka merasa dikenali dan didengarkan.
  11. Luwes untuk dimanfaatkan dengan metode lain untuk memperbaiki efektivitasnya.

Dan, yang manakah dari manfaat seperti tertulis di atas, yang Anda inginkan terjadi pada diri Anda?

Saya tidak dapat memilihkan jawaban untuk Anda, karena apa yang Anda putuskan terserah pada diri Anda. Tapi, itu tetap pilihan yang harus Anda buat, dan tentunya konsekuensi yang harus siap Anda terima.

Seandainya Anda menginginkan bantuan saya, hubungi 0858-1531-1207 atau riopurboyo(at)gmail(dot)com.

Selamat menjalani hidup yang lebih bahagia, bermakna, dan berdaya!

Selamat berlatih.

clean language indonesia rio purboyo asep haerul gani e1379773875213 Clean Language dalam Keseharian

Berguru CL dari Drs. Asep Haerul Gani, Psi. Sudah selayaknya ayah bagi saya, semudah menyebut nama beliau dengan “kang Asep”.

Comments

  1. Iwan Ardhie Priyana

    September 30, 2013

    Kang H Asep adalah juga guru saya, saya banyak belajar darinya, dan banyak menemukan kesadaran baru yang berguna bagi tugas saya. Saya juga memperlajari CL dari H Asep di rumahnya saat bulan Ramadhan kemarin.

    • Rio Purboyo

      October 6, 2013

      Benar, pak Iwan Ardhie Priyana. Saya menemukan kesederhanaan yang cantik saat belajar bersama Kang Asep. Sungguh pengalaman yang bermanfaat.

  2. Ranaka Strategic

    October 6, 2013

    ulasan menarik mas … aku juga lagi belajar the power of question dari pak heppy trenggono … terbukti bisa membuat beliau bangkit … dari bangkrut 62 milyar, dalam 3 tahun jadi punya asset trilyunan

    • Rio Purboyo

      October 6, 2013

      Secara umum, Clean Language memiliki struktur yang spesial. Dan bersih, jernih, bening. Lebih detail bisa dibaca di sini.

Add a comment

  1. 12 Pertanyaan Dasar Clean Language | riopurboyo.com09-25-13
  2. Coaching Pribadi | riopurboyo.com10-28-13

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.