Inspirasi Detik ini

Perhatikan sifat pemaaf seseorang ketika ia berhak untuk marah, dan sifat amanahnya saat ia berambisi. Kita sulit mengenali sifat pemaaf seseorang jika ia tidak marah, sebagaimana sulitnya mengetahui sifat amanahnya jika ia tidak berambisi. — Anonim

Dua Pertanyaan Pembentuk Model Bisnis

Posted by
|

Saat merintis bisnis, Anda perlu memastikan rancangan model/peta bisnis Anda. Dengan begitu, Anda mudah memperkirakan perjalanan bisnis Anda agar mampu survive dan melewati ujian persaingan pasar, minimal di tiga tahun pertama.

Untuk menetapkan model dari proses bisnis yang Anda jalankan, Anda perlu menjawab dua pertanyaan mendasar ini:

Satu. Kantong siapa yang nantinya ingin Anda “kuras”?
Dua. Bagaimana Anda akan mengisi kantong Anda?

Pertanyaan di atas, mungkin terasa kasar, tetapi pertanyaan itu berguna untuk mempertimbangkan realitas awal sebuah perusahaan. Bahkan juga cocok untuk perusahaan nirlaba yang tetap perlu mencari uang untuk dapat bertahan hidup. Anda tidak dapat melakukan banyak perubahan positif jika Anda bangkrut, dan ketika dana Anda habis, perusahaan Anda pun akan mati.

Anda bisa saja memaknai kedua pertanyaan di atas secara lebih elegan. Pertanyaan pertama berkaitan dengan pemilihan konsumen Anda dan keinginan/kebutuhan yang mereka rasakan. Dan, pertanyaan kedua berfokus pada menciptakan mekanisme penjualan yang dapat menjamin bahwa pendapatan Anda lebih besar daripada biaya yang Anda keluarkan.

Di bawah ini, ada tiga kiat yang dapat membantu Anda mengembangkan model bisnis Anda:

  • Jadilah spesifik. Semakin tepat Anda menggambarkan konsumen Anda, akan semakin baik hasilnya. Perusahaan yang sukses, seringkali memulai dengan menargetkan pasar yang spesifik dan berkembang –biasanya tanpa diduga– menjadi besar, dengan merambah ke berbagai segmen.
  • Sederhana. Ketika Anda tidak dapat menjelaskan model bisnis Anda dalam 10 kata atau kurang, Anda sebenarnya tidak memiliki model bisnis. Gunakan kira-kira 10 kata yang tepat dan gunakan secara bijak dan dalam istilah sehari-hari yang sederhana.
  • Tirulah seseorang. Perdagangan sudah ada sejak tempo doeloe dan di masa kini banyak pribadi dan organisasi yang semakin cerdas menciptakan beragam model bisnis baru. Anda dapat melakukan inovasi dalam cara berinteraksi dengan pelanggan, teknologi pemasaran, dan inovasi produk. Tapi menciptakan model bisnis yang baru, terlalu beresiko tinggi. Upayakan untuk mengaitkan model bisnis Anda dengan model bisnis lain yang sukses dan Anda pahami dengan baik. Dalam perjalanannya, Anda sudah punya banyak pertaruhan lain yang menanti untuk dibereskan.

 

Salah satu cara termudah menyiapkan rencana bisnis adalah membuat “kerangka” alias “model” atau blok bangunan yang terintegrasi dengan baik. Dalam bukunya “Business Model Generation” – Alex Osterwalder menuliskan 9 blok bangunan yang bisa kita jadikan acuan untuk membuat rencana bisnis kita dalam sebuah model bisnis.

 

business model canvas template e1379478998607 Dua Pertanyaan Pembentuk Model Bisnis

 

1.    Customer Segments

Ketahui Pelanggan Anda. Lebih detail dari uraian di atas, apakah Anda sudah mengetahui dengan persis siapa calon pelanggan Anda? Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

  • Berapa umur mereka?
  • Apa jenis kelamin mereka?
  • Di mana mereka tinggal?
  • Apa yang menjadi kebutuhan mereka?
  • Berapa pengeluaran mereka perbulan?

Ketika Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas berarti Anda sudah siap menjawab pertanyaan penting berikut: produk atau layanan apa yang akan Anda sediakan bagi calon pelanggan Anda?

Kesalahan yang biasa dilakukan oleh pebisnis pemula adalah langsung menentukan bisnis dan baru memutuskan siapa yang bisa dijual.

 

2.  Value Propositions

Apa yang Anda Tawarkan Dalam Bisnis. Ini poin utama yang Anda tawarkan kepada pelanggan Anda. Pastikan bisnis Anda hadir untuk menyediakan solusi atas masalah yang konsumen hadapi. Jenis usaha apa yang bisa menjawab kebutuhan di atas? Nilai tambah apa, yang kita tawarkan kepada mereka?

Jika pelanggan memerlukan makanan, Anda bisa membuka restoran. Jika pelanggan memerlukan berita, Anda bisa membuka bisnis media. Jika pelanggan sangat peduli dengan kualitas cara presentasi, Anda bisa membuka bisnis pelatihan privat.

 

3. Channel

Saluran Distribusi. Apapun bisnis yang Anda putuskan, Anda harus menentukan saluran penjualan, bagaimana cara agar produk/layanan Anda bisa sampai ke tangan pelanggan.

Apakah Anda akan membangun tim penjualan sendiri? Atau akan memberikan bagian penjualan kepada orang lain, semisal distributor? Apakah Anda akan membuka toko sendiri? Atau membuka konter kecil di dalam mall besar seperti Matahari? Apakah Anda akan menjual secara online atau membuka toko secara fisik?

Pertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari tiap pilihan di atas, lalu Anda pilih yang terbaik.

 

4. Customer Relationship

Interaksi Pelanggan dan Pemasaran. Sebuah bisnis baru, harus secepat mungkin diketahui oleh calon pelanggan. Karena itu kita perlu “menyuarakannya kepada publik”. Bagaimana bisnis Anda menjalin ikatan dengan pelanggan? Jalur seperti apa yang akan Anda gunakan?

Berbagai cara dapat Anda lakukan, baik online maupun offline. Kegiatan offline adalah kegiatan yang bersifat fisik, misalnya mengadakan event atau gathering, membagikan brosur, memasang spanduk, atau baliho, bahkan menggelar pameran di jalan.

Saat ini kegiatan digital marketing adalah kegiatan favorit para pemula bisnis, karena anggara yang relatif kecil bahkan seringkali gratis. Kegiatan marketing online antara lain adalah membuat blog, menggunakan facebook, atau twitter, dan lainnya.


5.  Revenue

Pendapatan. Seperti ditulis dalam dua pertanyaan pembentuk model bisnis, bagian ini merupakan yang paling penting. Secara lebih detail, Anda harus menjawab “Bagaimana rencana Anda untuk memperoleh penghasilan?” Mudah ditemui, bisnis yang dibuat tanpa kejelasan, bagaimana persisnya ia memperoleh penghasilan. Pasti, kondisi ini sangat berbahaya bagi bisnis.

Jangan pernah memulai bisnis tanpa memikirkan rencana pendapatan, dengan berpikir “Kita lihat saja nanti, dapat duit darimana”!

Sejak awal, tentukan jenis-jenis pendapatan Anda. Apakah Anda akan membuat media online dan mendapatkan pendapatan dari iklan? Apakah Anda akan membuat toko dan mendapat penghasilan dari volume penjualan? Apakah Anda akan membuat perusahaan desain lalu mendapatkan fee desain?

Putuskan dan tentukan target pendapatan tiap bulan (atau, berdasar kurun waktu yang Anda tentukan). Ciptakan aliran masuk pendapatan secara kreatif.

 

6. Key Partners

Mitra Kunci. Sukses berbisnis tidak bisa sendirian, Anda harus bekerjasama dengan banyak pihak lainnya. Dalam menjalankan roda bisnis, Anda berinteraksi dengan mitra siapa saja? Pihak-pihak mana sajakah yang menjadi bagian untuk menunjang bisnis?

Tentukan dari awal apakah bisnis Anda memerlukan investor untuk permodalan atau tidak. Apakah Anda perlu mengadakan perjanjian kerjasama khusus dengan distributor atau tidak. Apakah anda perlu mendapatkan ‘pengakuan’ dari “tokoh” dan memberikan persentase saham kepada tokoh itu.

Menggandeng mitra yang mampu melengkapi kemampuan yang kita miliki, akan meningkatkan peluang keberhasilan bisnis. Misalnya, Anda sangat ahli membuat makanan yang enak, cari mitra yang bisa menjual makanan Anda (marketing). Misalnya, anda kenal distributor suatu produk yang lebih murah, cari partner yang bisa membuat website, untuk dijual online. Selalulah berpikir untuk menciptakan kolaborasi sinergis dengan mitra kunci Anda.


7.  Key Activities

Kegiatan Inti Bisnis. Kegiatan-kegiatan apa saja yang akan Anda lakukan untuk menghasilkan uang? Kegiatan apa saja yang perlu Anda lakukan untuk menyajikan nilai (value) tambah dari bisnis Anda?


8. Key Resources

Sumber Daya Kunci. Membuat dan menjalankan bisnis umumnya tidak bisa sendirian. Anda memerlukan staff. Sumber daya apa saja yang harus dimiliki dalam bisnis yang sedang berjalan? Apa yang sudah ada? Apa yang masih dibutuhkan?

Sejak awal tentukan berapa banyak dan jenis keahlian apa yang diperlukan oleh karyawan Anda. Misal, dalam sebuah toko: berapa banyak tenaga penjual diperlukan? Berapa banyak tenaga kasir diperlukan? Berapa banyak tenaga administrasi seperti akuntan yang diperlukan?

Selain staff/SDM, Anda juga memerlukan sumber daya non manusia. Berapa sewa toko/kantor per bulan? Berapa komputer dan berapa harga totalnya? Apakah Anda perlu membuat meja konter atau display untuk penjualan.

 

Dan komponen bangunan model bisnis yang terakhir, ialah…


9. Cost

Biaya. Semua hal yang kita lakukan dari poin nomor 6 hingga 9 memerlukan biaya, lakukan perhitungan secara seksama, lalu putuskan apakah rencana rencana bisnis Anda menguntungkan?
Untuk mengetahui apakah bisnis menguntungkan atau tidak sebenarnya sederhana: apakah penghasilan anda lebih besar dari pengeluaran? Jika tidak berarti Anda akan merugi dan bisnis ini tidak layak dijalankan.

 

Memang disarankan untuk hanya menjalankan bisnis yang “terhitung untung di atas kertas”. Namun satu hal yang paling penting, bisnis tidak berjalan di atas kertas. Action! Bekerja (keras)-lah!  Tindakan nyata Anda-lah yang menjadi penentu berjalan tidaknya keberhasilan model bisnis Anda.

Selamat memulai bisnis Anda! Semoga berkah dan sejahtera.

 

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.