Inspirasi Detik ini

Harapan merupakan pembentuk kenyataan masa depan. — Rio Purboyo

Peraturan Pertama Pemasaran

Posted by
|

Peraturan pertama untuk menggaet dan mempertahankan pelanggan, ialah memperlakukan setiap pelanggan seperti Anda mencintai sang kekasih. Jadi, tempatkanlah diri Anda pada posisi mencintai pelanggan yang baik. Jawablah pertanyaan, “Apa yang saya inginkan, jika saya seorang pelanggan?” Begitu Anda tahu jawabannya pastilah segala sesuatu yang penting untuk Anda sediakan.

Bayangkan, ketika Anda berhadapan dengan pelanggan yang sedang kesal. Jika Anda seorang pelanggan yang kesal, Anda pasti ingin keluhan Anda didengar secara utuh, Anda ingin berinteraksi dengan seseorang yang memiliki wewenang untuk mengatasi masalah yang Anda hadapi, dan Anda ingin mendapatkan keputusan yang adil.

Perhatikanlah, dalam dunia penjualan, pelanggan tidak peduli dengan apa yang terjadi pada diri dan bisnis Anda. Satu-satunya yang pelanggan pedulikan, ialah diri mereka sendiri dan masalah yang mereka hadapi. Anda berada di depan pelanggan hanya karena mereka setidaknya percaya, bahwa Anda akan mampu memperbaiki keadaannya. Pelanggan berharap Anda menyediakan solusi atas masalah mereka. Pelanggan berharap agar Anda memenuhi permintaan: keinginan, kebutuhan, harapan, dan impian mereka.

Anda datang hanya karena diundang, oleh karenanya Anda harus memusatkan perhatian pada pelanggan. Anda perlu memiliki sikap sigap dan siap. Anda tidak berbicara mengenai (kehebatan) diri sendiri, tetapi Anda mengajukan pertanyaan guna menyelidiki keinginan dan kebutuhan pelanggan, yang telah Anda persiapkan sebelumnya. Anda mendengarkan apa yang pelanggan sampaikan, lalu mengklarifikasi dan merangkum semua hal yang disampaikan. Pada akhirnya, Anda pun memutuskan bagaimana Anda dapat menolong pelanggan dan bagaimana produk/jasa Anda dapat memecahkan masalah yang pelanggan hadapi.

pakar penjualan 300x256 Peraturan Pertama Pemasaran

Para pakar penjualan lebih sering berkata “Anda”, bukannya “Saya”. Pakar penjualan tidak hanya berkata-kata, tapi benar-benar mengungkapkannya dengan cinta. Karena cinta, bagi pakar penjualan seperti angin yang menggerakkan gelombang perbaikan. Maka, pakar penjualan memaknai cintanya kepada pelanggan sebagai kesempatan untuk memberi. Pakar penjualan memulai pemberiannya, dalam bentuk perhatian. Pakar penjualan mampu memperhatikan tiap gerak-gerik pelanggan secara tulus. Karena cintanya muncul dari keinginan yang mendalam, untuk memberikan apa yang terbaik bagi pelanggan. Dan, pakar penjualan mampu mewujudkan harapan agar pelanggan memiliki hidup yang lebih baik dan jadi berbahagia karenanya.

Pakar penjualan selalu menjaga kesehatan emosi dan mentalnya. Hal ini penting, karena hanya pribadi yang telah merdeka dari kebutuhan untuk diperhatikan, yang mampu memberikan perhatian secara utuh dan tulus. Memberikan perhatian ialah kondisi di mana Anda keluar dari dalam diri Anda, menuju seseorang yang ada di luar diri kita. Hati dan pikiran Anda sepenuhnya tertuju pada sosok yang Anda cintai. Pribadi ini mandiri secara emosi: sebab ia mampu menciptakan kenyamanan psikologis yang tidak lagi (hanya) bersumber dari perhatian orang lain terhadap dirinya. Karenanya, pakar penjualan pastinya seorang pemerhati yang serius.

Pemerhati yang serius, mampu memperhatikan orang-orang (dalam hal ini: pelanggan) yang mereka layani secara intens dan menyeluruh. Ia pun berusaha memahami latar belakang si pelanggan, menyelidiki seluk beluk persoalannya, mendefinisikan harapan-harapan dan impiannya, hingga berusaha mengetahui kebutuhan dan cita-cita si pelanggan.

Dengan menunjukkan sikap memperhatikan yang tulus, pakar penjualan biasanya lebih suka mendengarkan daripada didengarkan. Ia memiliki kesabaran yang cukup untuk mendengarkan dalam waktu yang lama. Kesabaran itulah yang membuat pelanggan betah dan nyaman menumpahkan uneg-unegnya kepada pakar penjualan. Tapi, kesabaran itu pula yang memberi peluang bagi pakar penjualan, untuk menyerap lebih banyak informasi tentang si pelanggan.

Pada suatu titik, Anda akan menyadari betapa pelanggan akan begitu tergantung pada kelebihan -Anda sebagai pakar penjualan- dalam memberikan perhatian. Mungkin, para pelanggan tidak mengucapkannya secara verbal, tapi pasti dari gerak-gerik dan terutama secara psikologis, mereka akan “mengucapkannya”. Pelanggan mungkin tidak mengatakannya, tapi pasti suatu waktu ia akan menceritakan perasaannya.

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.