Inspirasi Detik ini

Ketika kuberubah, segalanya berubah bagiku. Semakin baik perubahanku, dalam pandanganku, semakin baiklah dunia di sekelilingku. — Rio Purboyo

Gagal Presentasi

Posted by
|

Anda sungguh menyadari, adalah penting untuk mampu menyajikan ide sebaik mungkin. Ketika teman bicara mendengarkan, ketika Anda dapat merangkul peserta, dan melibatkan mereka dalam presentasi Anda, maka peluang Anda untuk mengantongi persetujuan hingga mendapatkan pembelian dari mereka, adalah besar. Itu berarti, Anda telah mengubah pikiran seseorang. Dalam urusan bisnis, Anda mampu mencetak skor penjualan.

Sekarang, bayangkan bila terjadi hal yang sebaliknya. Tentu, kekecewaan dan frustasi akan menimpa kedua pihak. Anda sebagai pembicara yang berusaha menjual kepada pendengar, gagal mendapatkan hasil yang Anda kehendaki. Sementara itu, di sisi pendengar, mereka tidak memperoleh kepuasan dari presentasi Anda. Mereka pun kehilangan minat untuk meneruskan bekerjasama dengan Anda. Lebih dari itu, bisa jadi, kedua pihak merasa telah melakukan kesia-siaan atas perjumpaan dalam presentasi yang sudah dikerjakan. Betapa malangnya!

presentasi gagal 300x268 Gagal Presentasi

Berikut ini, beberapa tanda kegagalan. Semoga setelah membacanya, Anda pun makin mahir untuk menghindarinya. Untuk kemudian, lebih sering memperoleh keberhasilan dalam presentasi.

trans Gagal Presentasitrans Gagal Presentasi

3+1 Alasan mendasar, mengapa presentasi gagal mencapai tujuannya:

1. Kurang/tidak maksimal dalam melakukan persiapan.

2. Tidak memahami siapa (profil) audien yang hadir.

3. Tidak ada pesan yang melekat.

+1. >> Slide presentasi yang buruk.

 

Pertama. Kurang/tidak maksimal dalam melakukan persiapan.

Ada pepatah singkat dalam bahasa Inggris, yang dikenal dengan 5 P. Proper presentation prevents poor performance. Persiapan yang tepat, mampu mencegah penampilan buruk. Inti pesannya sederhana, betapa sebelum tampil memberikan presentasi Anda selayaknya mengerjakan PR. Pekerjaan Rumah yang dimaksud meliputi: tujuan penyelenggaraan acara, lokasi acara, durasi presentasi, apa hasil yang diharapkan atas kehadiran Anda.

Satu yang paling penting, ialah memastikan bahwa Anda mengetahui benar penyebab mengapa Anda yang diundang untuk memberikan presentasi. Apa perasaan yang ingin panitia dan peserta peroleh dari presentasi Anda. Apa perubahan yang bisa tercipta sebagai dampak dari mendengarkan presentasi Anda. Dan, apa ciri khas penyajian Anda yang membuat pendengar bersedia duduk nyaman mendengarkan presentasi Anda.

Begitu Anda melewatkan diri dari sesi persiapan yang penting ini. Mudah dijamin, keberhasilan presentasi sulit Anda dapatkan. Dan seringkali, kegagalan atau minimal ketidaksesuaian pencapaian harapan justru malah yang terjadi. Tentu, bukan itu yang Anda inginkan! Oleh karenanya, pastikan Anda menyediakan cukup waktu dan energi dalam tahap persiapan ini. Yakinlah, hasilnya pasti akan jauh lebih berdampak positif.

 

Kedua. Tidak memahami siapa (profil) audien yang hadir.

Setiap manusia memiliki pola pikir dan perasaan yang berbeda. Seperti itu pula yang terjadi, ketika mereka bergabung dalam satuan kelompok. Budaya antar kelompok juga berbeda. Ketika Anda berbicara kepada sekelompok pelajar, tentu berbeda dengan pekerja, apalagi kalangan pebisnis. Di kalangan pekerja, Anda masih bisa menemukan pola pandang yang unik. Terutama ketika Anda bisa merasakan gelombang dinamika pelatihan, saat menyajikan presentasi ke kalangan PNS dibandingkan kelompok karyawan BUMN, pekerja swasta, atau pekerja profesional lainnya.

Seperti yang dapat Anda pahami, “Lain ladang, lain belalang.” Dengan begitu, Anda sepatutnya Anda mampu menerapkan “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Secara sederhana, kita dapat membuat peta pengelompokan peserta, berdasarkan faktor berikut:

  • Usia. Beda usia, beda penanganan. Ada paedagogi, ada andragogi. Pahami keduanya.
  • Faktor pendidikan. Yang terpelajar, biasa memproses informasi dengan berpikir lebih mendalam, kadang filosofis. Sementara kalangan lainnya, lebih menyukai pendekatan cara-dan-bukti yang mudah diterapkan dalam keseharian. Pastikan Anda mampu memadukan kedua pendekatan ini, secara harmonis.
  • Lokasi acara. Kita dapat dengan mudah memprediksi pola pikir peserta, berdasarkan lokasi geografisnya. Memang belum tentu akurat 100%, tapi ini sangat membantu kita dalam upaya mengenali kecenderungan peserta. Lebih dari itu, kita pun dapat secepat mungkin, mengakrabkan diri dengan mereka. Peserta yang tinggal di wilayah perindustrian, memiliki gaya hidup yang berbeda daripada peserta yang tinggal di pedesaan. Anda dapat menambahkan sendiri, kriteria lainnya, sebagai alat bantu pengelompokan kecenderungan peserta berdasarkan lokasi.
  • Tingkat ekonomi. Lebih tepatnya, faktor ini lebih berpengaruh pada caranya menciptakan harapan hidup yang ingin peserta wujudkan. Dalam pelatihan/seminar, biasanya faktor inilah yang menjadi pembentuk cara pandang peserta dalam mengkreasi tujuan yang ingin ia peroleh. Seberapa mudah Anda –sebagai penyaji atau pelatih– cepat mengenali hubungan antara tujuan pelatihan dengan tingkat ekonomi peserta? Melatih kepekaan diri, adalah salah satu cara terdekatnya.

Masih ada faktor dan cara-cara lain, dalam mengkategorikan pendengar. Saya cukupkan sekian dulu untuk bahasan dalam artikel ini. Ke depannya, akan ada pembahasan khusus untuk itu. Tapi kiat yang paling mendasar ialah, Anda harus sudah dapat mengenali profil audien dari aspek keinginan: apa yang ia kehendaki dari presentasi Anda.

 

Ketiga. Tidak ada pesan yang melekat.

Bayangkan, kini Anda keluar dari ruangan presentasi. Atau, Anda pulang seusai mengikuti pelatihan. Tiba-tiba, muncul SMS di layar HP Anda, bertuliskan “Ada ide apa nih, dari acara tadi?” Anda pun bingung menjawabnya. Spontan, Anda menyentuhkan jemari sembari mengirimkan pesan, “Ntahlah,… icon sad Gagal Presentasi

Sebagai penyaji presentasi, jika Anda mendapat kiriman sms balasan seperti itu, akan seperti apa respon Anda?

Sungguh membuang-buang waktu. Ketika membersamai seseorang dalam durasi waktu tertentu, kita tidak mengenali arah pembicaraanya. Bahkan yang paling fatal dalam presentasi, kita tidak mampu mengingat satu pun ide. Pendengar merasa sia-sia. Pembicara bisa-bisa merasa upayanya tidak berguna.

Ada beberapa strategi dan kiat dalam menempelkan ide kita ke benak audien. Mulailah dari kesederhanaan gagasan. Karena dengan pesan yang ringkas dan padat, kita mudah memahami inti gagasannya. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan cerita sebagai jembatan penghubung pengertian. Ketika menggunakan sebuah cerita, Anda melibatkan pendengar. Anda melibatkan pendengar dengan gagasan itu, dan meminta mereka untuk ikut serta bersama Anda. Cara berikutnya untuk melekatkan gagasan, ialah dengan menyajikan ide dalam bentuk visual.  Atau menggunakan kata kerja yang menggambarkan proses dan kejadian tertentu, alih-alih kosa kata abstrak.

Terakhir. Slide presentasi yang buruk.

Kegagalan fatal yang sulit dilupakan audiens, adalah ketika Anda menyajikan presentasi dalam pesan visual yang parah! Slide presentasi Anda, maaf –busuk! Tiada cerita, lebih-lebih tidak melekat karena tidak bermakna. Padahal Anda sudah mengerti, bahwa satu gambar mewakili ribuan kata-kata. Akan ada saatnya, saat nanti saya menuliskan lebih lengkap mengenai proses desain slide presentasi yang tepat. Tapi, untuk saat ini, saya bekali Anda, dengan satu prinsip utama: Slide presentasi yang terbaik, ialah yang mampu bercerita dan menancapkan makna. Salah satu contonya, dapat Anda lihat pada di bawah ini icon smile Gagal Presentasi Daripada Anda menuliskan “Bentuk-bentuk Media-OnLine” dalam slide Anda. Adalah lebih baik, Anda memasang gambar seperti di bawah ini.

social networking itu kamu Gagal Presentasi

Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih dalam, mengenai desain presentasi. Silakan kunjungi situs yang saya rekomendasikan ini! Saya percaya, Anda pasti mendapat banyak manfaat saat berkunjung di dalamnya.

Sesudah membaca keempat faktor penyebab kegagalan presentasi. Sudahkah Anda mengambil tindakan kecil yang ingin Anda kerjakan, sebagai tanda bahwa Anda telah lolos dari jeratan perangkap kegagalan presentasi.

Selamat berlatih!

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.