Inspirasi Detik ini

Laksana oase, keterlibatan penuh saat gunakan kekuatan utama, jadikan kita gembira seutuhnya. Alih-alih harapkan hadirnya pujian atas kerjaan kita, yang bahkan tanpanya pun, kita masih bergelimang keringat tapi sudah bersuka cita dalam kedamaian. Jika tiba-tiba, muncul celetukan “lelah, tapi puaas!!!”, tentu ini spontanitas yang patut disyukuri. — Rio Purboyo

Visualisasikan Gagasan

Posted by
|

Mencitrakan gagasan, kita kenal dengan visualisasi, merupakan strategi pembicara agar pendengar mudah memahami pesan. Visualisasi dalam berbicara, dapat kita pahami sebagai upaya menggambarkan objek, situasi, atau peristiwa secara visual. Pembicara seakan-akan menyajikan “potret” dan pendengar diajak “melihat” potret itu. Potret itu bukan hanya berwujud titik, garis, atau bentuk. Melainkan berupa rangkaian kata dan kalimat yang menimbulkan kesan penglihatan pada benak pendengar.

Seorang Indian mengadu,

“Ada dua serigala yang selalu berkelahi dalam jiwaku! Yang satu serigala putih yang baik, satunya lagi serigala hitam yang jahat!”

Kepala suku menjawab, “Tenang saja, serigala putih akan menang!”

Indian: “Bagaimana Bapak bisa tahu?”

Kepala suku: “Karena kau akan memberi makan yang putih dan membiarkan yang hitam kelaparan!”

Bagian jiwa yang kau beri makan, bagian itulah yang akan menang.


Visualisasi yang baik selain dapat menciptakan kesan lebih menarik perhatian, ini juga sangat membantu pemahaman pendengar terhadap materi.

Berikut ini, 3 kiat visualisasi:

1. Ciptakan gambar yang “hidup” dalam pikiran pendengar.

Pembicara yang andal, dapat membangkitkan perhatian pendengar. Menarik perhatian pendengar bisa Anda lakukan melalui otak kanannya. Mengapa? Karena otak kanan dapat menggaet pesan berupa gambar, sementara gambar memberi kesan yang lebih daripada kata-kata saja. Pada dasarnya, otak berkomunikasi dalam bahasa metaforik-simbolik. Otak kita menyimpan informasi dalam bentuk gambar (citra, image) asosiatif. Dan kemudian, kita merangkai makna berdasarkan gambar dan emosi yang ada bersamanya.

 

2. Cerita atau contoh peristiwa, sebagai pilihan teknik visualisasi.

Dalam artikel sebelumnya, sudah dituliskan mengapa cerita berperan kuat dalam mengikat gagasan ke benak pendengar.

Saat Anda menggunakan cerita atau peristiwa, upayakan terdapat kedekatan/kemiripan unsur-unsur penyusunnya dengan kondisi pendengar. Dengan begitu, pendengar akan merasakan bahwa cerita itu seakan-akan mewakili “dunia” yang sedang ia alami.

3. Metafora dan drama.

Metafora bekerja baik karena ia mewakili cara kerja otak manusia. Metafora bekerja seperti gambar, yang mewakili puluhan kata. Bisa juga, metafora bekerja seperti film dalam pikiran, yang mewakili ribuan kalimat. Ada pun drama, dapat memberikan kesan berlebih sehingga berdampak kuat dalam menarik perhatian pada pendengar.

Alih-alih menyampaikan “Anda adalah apa yang Anda katakan”. Mengapa tidak Anda mulai menggantinya dengan “Teko hanya mengeluarkan isi teko. Jika berisi kopi, keluarlah kopi; jika isinya wedhang madu-jahe, keluarlah yang persis begitu”.

Daripada sekedar berkata utopia perihal penghargaan atas pekerjaan, sajikanlah seperti yang ditulis oleh Peri Farouk, dalam buku “Membuka Mata”.

Seorang trainer mengajukan pertanyaan favorit kepada para audiens-nya:

APA KATA KERJA “ANJING”?

Dengan cepat audiens menjawab: menggonggong, menyalak, menjaga rumah, melacak, mencari jejak, dan lain-lain.

APA KATA KERJA “KUDA”?

Dengan segera audiens menjawab: meringkik, berpacu, mengangkut barang, menarik kereta, membintangi film koboi, dan lain-lain.

Sekarang, saat beliau bertanya lebih serius. Sehingga pada hitungan ketiga, Anda sebagai pembaca, harus bisa menjawab dengan cepat dan jujur pertanyaan ini:

APA KATA KERJAMU?

Satu… Dua… Tiga!

Pesan dari sang trainer: “Jangan bilang “apa saja”, karena orang yang mengerjakan apa saja berarti bekerja serabutan!

Penghargaan dan derajat tinggi, mengejar orang yang namanya sangat dekat dengan sebuah kata kerja! Semakin spesifik kata kerjanya, ia semakin mahal!

 

Sebagai penutup kiat taktis ini, jawablah pertanyaan

“Dapatkah Anda membayangkan, seperti apa dampak pembicaraan Anda jika Anda mahir memvisualisasikan gagasan kepada para pendengar?”

 

 

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.