Inspirasi Detik ini

Karena pernah merasa terjebak dalam masalah, akan bagaimana ceritanya jika kita terjebak dalam solusi? — Rio Purboyo

Metode Belajar

Posted by
|

Metode belajar, apa saja jenisnya? Sebelum membahasnya, ada baiknya kita memahami kegunaan metode. Secara umum fungsi metode adalah untuk mengikat, mengurai yang tersekat, membuka yang tersumbat. Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat dimanfaatkan, tentu dengan penyesuaian terhadap peserta didik, jenis materi, lingkungan dan faktor lainnya.

 

Di bawah ini, 13 jenis metode pembelajaran. Yaitu:

1. Metode Ceramah

Disebut juga metode kuliah, sebentuk penyampaian yang paling umum digunakan dalam menyampaikan sebuah materi. Seorang pendidik dapat memberikan materi melalui ceramah dan akan sangat baik bila ditunjang dengan pengetahuan yang utuh dan mendalam terhadap tingkat pencapaian tujuan saat mengajar. Ini akan sangat berdampak, karena pendidik tidak hanya mentransfer informasi untuk sekedar tahu saja, tapi juga mampu memengaruhkan hingga ke aspek perasaan dan perilaku harian.

2. Metode Tanya Jawab

Berupa lontara pertanyaan agar peserta didik menjawabnya, yang dengan itu dapat diketahui tingkat penguasaan dan pemahaman mereka. Metode ini juga berguna untuk meningkatkan keakraban dan rasa saling memiliki. Misalnya, pendidikan dapat mengajukan pertanyaan kepada peserta perihal tema pembahasan pengenalan pribadi, keadaan lingkungan, masalah yang sedang populer, atau pertanyaan lainnya.

3. Metode Diskusi

Adalah cara penyajian materi dalam bentuk percakapan atau pembahasan terhadap suatu ide/pengalaman yang baru diperoleh. Dalam diskusi, diharapkan terjadi pengendapan dan peningkatan interaksi terhadap data dan informasi yang diperoleh. Dengan diskusi, peserta akan terdorong melakukan penguasaan yang lebih baik terhadap suatu materi. Di sisi lain, kelemahan diskusi ialah menyita waktu yang lebih banyak. Kelemahan lainnya, metode diskusi berpeluang menciptakan kesalahan fatal ketika pendidik tidak dapat menciptakan kesimpulan, serta kemungkinan terjadinya bias terhadap nilai dan prinsip dasar yang wajibnya disampaikan dalam sebuah materi.

4. Metode Demonstrasi

Cara pembelajaran dalam bentuk menunjukkan, memperlihatkan, atau mendemonstrasikan suatu pembahasan materi. Di mana, peserta didik mempraktikkan sesuatu, secara tepat. Biasanya praktik didahului oleh contoh/teladan dari sang pendidik.

5. Metode Eksperimen

Merupakan metode pengajaran dalam bentuk mempraktikkan atau mencoba suatu pembahasan. Setelah pendidik menunjukkan cara melakukan sesuatu, maka selanjutnya peserta didik mempraktikkan sendiri sebagaimana yang telah dicontohkan. Metode eksperimen dan metode demonstrasi saling terkait, sebab dengan bereksperimen berarti sedang mendemonstrasikan sesuatu. Perbedaan teoritisnya adalah metode demonstrasi lebih berfokus pada pendidik yang mencontohkan sesuatu, sedangkan metode eksperimen lebih menitikberatkan pada peserta didik yang harus mengerjakan sesuatu.

6. Metode Simulasi

Yakni metode pengajaran untuk membangkitkan atau mendorong peserta didik dalam sesuatu yang bernilai “permainan”. Misal, dalam membahas pentingnya menjaga kesehatan, manfaat olahraga bagi stamina tubuh.

7. Metode Partisipasi

Merupakan metode pengajaran dengan cara mendorong langsung peserta didik untuk terlibat aktif dalam sebuah proses pembelajaran.

8. Metode Penggunaan Alat

Yakni metode pengajaran melalui penggunaan alat bantu (media pembelajaran). Misal, peserta dapat diberikan sebuah instrumen yang dikerjakan sendiri, untuk kemudian becermin dalam melihat atau mengungkapkan kepribadiannya.

9. Metode Latihan

Metode pengajaran dalam bentuk peserta melakukan suatu kegiatan untuk memperoleh keterampilan tertentu. Dengan berlatih secara praktis, keterampilan yang peserta miliki dapat ditingkatkan, mengendap lebih permanen, dan disempurnakan.

10. Metode Penugasan

Cara pengajaran ini ialah dengan memberikan tugas dalam berbagai bentuk: tugas membaca mandiri, menghadiri acara tertentu, atau tugas-tugas lainnya yang kemudian dilaporkan dan dipertanggungjawabkan kepada pendidik. Tujuan pemberian tugas, agar pemahaman peserta lebih mantap, pengalaman lebih menyatu, dan terdorong untuk berusaha lebih giat lagi.

11. Metode Sosiodrama

Metode pengajaran dengan pendekatan menyaksikan tayangan aktivitas kehidupan sekitar manusia. Bisa melalui laboratorium, film, planetarium, teater, dan sebagainya.

12. Metode Pengalaman Terstruktur

Yakni pendidik dapat melakukan sebuah intervensi tindakan yang tidak diketahui maksudnya oleh peserta. Kemudian setelah selesai, peserta diminta untuk mengemukakan pelajaran apa yang telah diperolehnya. Pada tahap akhir, pendidik menjelaskan pelajaran penting dari apa yang baru disajikannya.

13. Metode Pengembangan Kelompok

Ketika menyajikan materi dengan metode tertentu, pendidik pada umumnya menganggap peserta didik sebagai seorang individu. Tapi, ada saatnya di mana pendidik perlu memandang peserta belajar sebagai bagian dari kelompok, guna mencapai tujuan pembelajaran. Dalam sesi outbond, misalnya. Dalam acara tersebut, peserta akan memahami dan mempraktikkan makna persaudaraan secara lebih efektif, cepat, dan produktif; daripada jika materi disajikan dalam bentuk ceramah.

 

Setelah membaca penjelasan di atas, jawablah pertanyaan berikut:

“Bagaimana cara Anda -dengan kreatif- merancang metode belajar yang tepat, agar sesuai dengan rencana pencapaian tujuan belajar?”

Selamat mendidik!

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.