Inspirasi Detik ini

Kita bisa memasuki kehidupan dengan kualitas baru yang lebih baik, dengan menjadikan kebaikan-kebaikan sebagai kebiasaan baru. — Rio Purboyo

Sebelum belajar kemahiran, ketahui dulu: Keahlian Lunak atau Keras

Posted by
|

Anda kini sudah memahami bahwa untuk mengembangkan bakat Anda perlu memahami kinerja myelin. Banyak penelitian yang mengaitkan latihan dengan pertumbuhan myelin serta peningkatan prestasi pada berbagai kemahiran. Di titik ini, kita menyadari “Latihan menghasilkan myelin, dan myelin menghasilkan kesempurnaan.”

Pada dasarnya, langkah pertama untuk mengembangkan kemahiran adalah mengetahui dengan tepat, jenis kemahiran apa yang Anda kembangkan. Setiap kemahiran termasuk ke dalam satu dari dua kategori ini: kemahiran keras dan kemahiran lunak.

 

persimpangan 300x225 Sebelum belajar kemahiran, ketahui dulu: Keahlian Lunak atau Keras

 

Kemahiran keras, berketepatan tinggi.

Adalah tindakan yang selalu dilakukan setepat dan sekonsisten mungkin. Inilah kemahiran yang hanya memiliki satu jalur menuju hasil yang ideal. Kemahiran yang bisa Anda bayangkan dilakukan oleh robot yang dapat diandalkan. Kemahiran keras adalah soal ketepatan yang dapat diulangi, dan biasanya dijumpai dalam hal-hal tertentu, khususnya yang bersifat fisik. Misal:

  • Seorang pemain basket yang melakukan lemparan bebas.
  • Seorang pemain sepakbola yang melakukan tendangan bebas atau tendangan pojok.
  • Seorang pemain tenis yang melakukan servis, atau gerak atletik apa pun yang berulang-ulang dan presisi.
  • Seorang anak kecil yang belajar membaca, menerjemahkan bentuk-bentuk goresan berupa huruf ke dalam kata, bunyi, dan makna.

Di sini, tujuan Anda adalah mengembangkan suatu kemahiran yang:

  1. Dapat diandalkan.
  2. Tepat waktu.
  3. Selalu bekerja dengan cara yang sama: secara otomatis, tanpa pernah gagal.

Kemahiran keras adalah soal ABC: Always Being Consistent (Selalu Bersikap Konsisten)

 

Kemahiran lunak, dengan fleksibilitas tinggi.

Kemahiran ini, sebaliknya adalah kemahiran yang memiliki banyak jalan, tidak hanya satu, untuk mencapai hasil yang baik. Kemahiran ini bukan tentang selalu melakukan hal yang sama dengan sempurna. Melainkan lebih berkaitan dengan bersikap cerdas dan interaktif; dengan mengenali sebuah pola segera setelah pola itu tersingkap, serta membuat pilihan yang cerdas dan tepat waktu.

Kemahiran lunak biasanya dijumpai pada minat-minat yang lebih luas dan tidak terlalu khusus. Misal:

  • Seorang pemain sepakbola yang mencium adanya kelemahan pertahanan lawan dan berinisiatif untuk lakukan penyerangan.
  • Seorang penyanyi yang secara halus, menafsirkan nada dan musik yang ia bawakan untuk menonjolkan emosi yang terkandung di dalamnya.
  • Seorang penulis novel, yang secara naluriah membentuk simpul-simpul sebuah alur cerita yang rumit.
  • Seorang CEO yang “membaca ruangan” dalam sebuah presentasi bisnis atau perundingan yang menegangkan.

Dalam semua contoh kemahiran di atas, kita tidak sedang mencoba meraih ketepatan secara sempurna. Tapi, berusaha mencapai kemampuan untuk dapat dengan cepat mengetahui sebuah pola atau kemungkinan, dan bekerja melampaui berbagai hambatan yang pelik. Kemahiran lunak, berkaitan dengan tiga R: Reading, Recognizing, dan Reacting(Membaca, Mengenali, dan Bereaksi).

Inti dari artikel ini adalah, kemahiran keras tidaklah sama dengan kemahiran lunak. Keduanya menggunakan struktur jaringan otak yang berbeda (akan dibahas di lain kesempatan). Dan karena itu dikembangkan lewat metode latihan yang berbeda pula.

Jadi, mulailah bertanya pada diri sendiri, yang manakah di antara kemahiran-kemahiran yang Anda kehendaki itu, yang harus dilakukan dengan cara konsisten 100%. Harus dengan ketepatan seperti mesin? Maka, itulah yang disebut kemahiran keras.

Selain itu, tanyakanlah pada diri Anda, kemahiran manakah yang harus dilakukan dengan cara fleksibel, beragam, dan tergantung pada keadaan? Yang bergantung pada mengenali pola dan menentukan satu pilihan terbaik secara cepat? Itulah yang disebut kemahiran lunak.

Di beberapa artikel berikutnya, akan membahas lebih jauh tentang penjelasan mengenai metode latihan mendalam: mana yang cocok untuk mengembangkan setiap jenis kemahiran. Kemahiran keras dan lunak.

(referensi: Daniel Coyle, “Little Book of Talent”)

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.