Inspirasi Detik ini

Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak, dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil konsekuensi — Jawaharlal Nehru

Metode Setan untuk Mengubah Karakter

Posted by
|

Dalam perjalanan hidup Anda, sangat mungkin Anda pernah mempunyai seorang teman yang semula baik, tapi tiba-tiba berubah menjadi jahat; yang semula alim, tiba-tiba menjadi bandel; yang semula dewasa, tapi segera berubah menjadi kekanak-kanakan. Semula lurus, tapi sekarang menjadi bengkok; semula sholih, tapi sekarang menjadi propagandis neraka.

Pernahkah Anda bertanya mengapa semua itu bisa terjadi? Dan mungkinkah melakukan hal yang sebaliknya?

Jawabannya adalah: itulah metode setan!

Ibnul Qoyyim mengatakan bahwa:

“Pada mulanya setan memasuki manusia melalui lintasan pikiran yang lewat dalam benaknya. Lalu lintasan pikiran terus berulang dan terngiang-ngiang dalam kesadarannya, maka jadilah ia memori. Lalu setelah terpendam beberapa lama dalam memori, ia mengalami proses perwujudan dan pembentukan, maka jadilah ia sebuah ide atau gagasan. Inilah tiga lapisan wilayah yang mendiami wilayah kesadaran akal. Jika engkau gagal menolak kehadiran setan pada  tahap lintasan pikiran, maka akan lebih berat bagimu menolaknya ketika ia telah menjadi memori. Apalagi ketika ia telah mewujud secara nyata dalam bentuk ide atau gagasan.”

“Maka turunlah setan ke wilayah yang lebih dalam pada kepribadianmu. Ia turun menjadi keyakinan. Jika engkau tidak kuasa menolaknya di sini, maka ia akan turun lebih dalam dan menjadi kemauan. Jika engkau gagal menghadapi kemauanmu sendiri, ia akan turun ke lapisan paling akhir dari wilayah hatimu; ia segera menjadi tekad. Inilah tiga lapisan yang membentuk wilayah hati seseorang.”

“Di sini tentu engkau lebih sulit menolak kehadiran dan pengaruh setan. Sebab setelah sampai di tepian tekad, ia segera melompat keluar dari dirimu. Maka jadilah ia tindakan. Satu kali dua kali ia melakukannya, maka ia akan tertarik untuk melakukannya lagi. Maka jadilah ia suatu kebiasaan. Dan, jika kebiasaan itu berlangsung lama, maka terbentuklah ia menjadi karakter.”

 

Itulah sebabnya, Imam Ghazali mengatakan bahwa akhlak atau karakter adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang tanpa melalui proses pemikiran. Jadi, hubungan antara pikiran, perasaan, dan tindakan menjadi menyatu sedemikian rupa, dan menghilangkan kesan adanya keterbelahan.

 

Dari wilayah akal terbentuk cara berpikir. Dari wilayah hati terbentuk cara merasa. Dan, dari wilayah fisik terbentuk cara berperilaku. Cara berpikir itulah yang kemudian menjadi visi. Cara merasa itulah yang kemudian menjadi mental. Cara berperilaku itulah yang kemudian menjadi karakter.

 

Tiga langkah mengubah karakter

Dari tiga metode setan itu, kita mengetahui bahwa akar dari perilaku dan karakter itu ada dalam cara berpikir dan cara merasa seseorang. Jadi, metode setan itu sesuai dengan struktur kepribadian yang natural. Dan karena itu, langkah-langkah untuk mengubah karakter juga dapat dilakukand engan menerapkan metode setan terbalik itu.

Langkah pertama adalah melakukan perbaikan dan pengembangan pada cara berpikir. Kita sebut saja dengan “Terapi Kognitif”.

Langkah kedua adalah melakukan perbaikan dan pengembangan pada cara merasa. Kita sebut saja dengan “Terapi Mental”.

Langkah ketiga adalah melakukan perbaikan dan pengembangan pada cara berperilaku. Kita sebut saja dengan “Terapi Fisik”.

 

Kaidah umum

Namun demikian, selain mengikuti metode setan terbalik itu, Anda perlu mengikuti beberapa kaidah umum yang berlaku pada semua latihan pengembangan diri:

  1. Kaidah Kebertahapan. Proses perubahan, perbaikan, dan pengembangan itu harus dilakukan secara bertahap.
  2. Kaidah Kesinambungan. Seberapa pun kecilnya porsi latihan, yang penting bukanlah di situ, tetapi pada aspek kesinambungannya.
  3. Kaidah Momentum. Pergunakanlah berbagai momentum peristiwa untuk fungsi pendidikan dan latihan. Misalnya, menggunakan bulan Ramadhan untuk mengembangkan sifat sabar, kemauan yang kuat, kedermawanan, dan sebagainya.
  4. Kaidah Motivasi Intrinsik. Jangan pernah berpikir untuk memiliki karakter yang kuat dan sempurna, jika dorongan itu tidak benar-benar lahir dari dalam diri Anda sendiri, atau kesadaran Anda pribadi akan pentingnya hal itu.
  5. Kaidah Pembimbingan. Anda mungkin bisa melakukannya seorang diri, tapi itu tidak akan sempurna. Jadi Anda membutuhkan seorang kawan yang berfungsi sebagai guru.

 

Jadi, sejak kapan Anda bersedia memulai program pengembangan diri?

Comments

  1. Febrianto

    June 16, 2015

    Mantaps coach, Jazakallah jariyah ilmu nya

    • Rio Purboyo

      June 16, 2015

      Waiyyakum. Semoga berguna, pak Febri. Selamat berlatih :D

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.