Inspirasi Detik ini

Sembilan puluh sembilan persen dari semua kegagalan berasal dari orang-orang yang punya kebiasaan berdalih. — George Washington Carver

Menginstal Tekad

Posted by
|

Saat Anda menemukan orang yang berpengaruh dalam sejarah, atau dalam kehidupan keseharian di lingkungan sekitar, Anda pasti mendapati fakta bahwa pengaruh itu bersumber dari tekad mereka. Saat Anda mengamati jejak-jejak kesuksesan seseorang, yang bermula dari kemenangan kecil hingga berakumulasi pada gunung keberhasilan dalam perjalanan hidupnya, pasti Anda akan menemukan kekuatan tekad di sana. Saat Anda membaca kisah perjuangan seseorang yang berhasil memperoleh kesembuhan atas penyakitnya. Tekad yang kuat, ialah faktor yang terpenting. Bahkan, tekad kesembuhan merupakan kesembuhan itu sendiri.

Bayangkan, diri kita sebagai sebuah kerajaan. Pikiran adalah orang-orang bijak, yang memberikan nasihat bagaimana cara mengelola kerajaan. Tubuh adalah rakyat dan pasukan yang siap melaksanakan perintah sang raja. Adapun sang raja ialah tekad yang memerintah dalam diri kita. Tekadlah yang menentukan pilihan atas nasihat para bijak-bestari itu. Dan tekad pula yang memutuskan mana di antara nasihat-nasihat itu yang harus dilaksanakan. Ketika sang raja berwibawa dan berkekuatan, maka rakyat dan pasukan tunduk kepadanya. Dan dengannya, nasihat-nasihat yang bijak itu menjelma menjadi kenyataan.

Tekad memicu dan mendorong tubuh kita untuk bekerja mengikuti perintah-perintahnya. Tekad yang besar, akan memberikan perintah yang banyak kepada tubuh dan membuatnya lelah bekerja. Tekad yang kuat, mampu memaksa tubuh bekerja melampaui kemampuan dasarnya yang terlihat kasat mata. Tapi, yang sesungguhnya terjadi adalah tubuh kita beradaptasi dengan mematuhi perintah-perintah dari sang raja: tekad.

 

Bekerja dengan obsesi dosis tinggi

Sebagai muslim, kita menyadari bahwa tujuan hidup kita adalah beribadah kepada Allah swt. Dengannya, kita membentuk sasaran untuk memperoleh keridhoan-Nya dan targetnya adalah meraih surga-Nya yang tertinggi. Dari situlah, kita kemudian merancang sebuah amal unggulan dalam hidup, sebagai persembahan kepada Allah, yang semoga dengannya dapat mengantar kita meraih ridho dan surga-Nya.

Amal unggulan itu, terkait erat dengan peran kehidupan yang ingin kita lakoni. Dan mewujud pada karya monumental yang ingin kita jalani dalam peran itu. Amal unggulan itu harus kita rumuskan melalui proses perenungan yang dalam, pemetaan yang tepat dan objektif terhadap potensi diri, serta pemilihan yang akurat atas pusat keunggulan pribadi. Sehingga ia benar-benar realistis dan terdukung dengan kuat oleh pusat keunggulan pribadi tersebut. Misalnya, Anda memilih peran kepemimpinan, maka karya kepemimpinan apakah yang paling monumental yang ingin Anda persembahkan dalam hidup Anda?

Begitu Anda menjadikan karya unggulan sebagai obsesi hidup Anda, pastikan amal unggulan itu amat besar dan tinggi, serta terang dan jelas. Karena itu, ia akan menyedot seluruh tenaga, perhatian, waktu, dan pikiran Anda tanpa sisa sedikit pun juga. Sehingga ia akan menjadi kekuatan yang mengarahkan seluruh perjalanan hidup Anda.

Dari keterarahan hidup itulah, sekarang saatnya Anda menghadirkan obsesi hidup dalam kesadaran diri, setiap saat. Biarkan ia memenuhi rongga dada Anda, biarkan ia melekat dalam segenap ingatan Anda, dan biarkan ia menjadi gelora jiwa Anda yang akan membakar seluruh tubuh Anda. Jadikan obsesi hidup itu sebagai pusat kehidupan Anda. Fokuskanlah konsentrasi Anda untuk mewujudkan obsesi itu, sepenuhnya. Tidak ada satu pun yang Anda lakukan, yang tidak berhubungan dengan obsesi itu. Karena, Anda tidak punya cukup waktu, tenaga, perhatian, dan pikiran untuk yang lain. Bahkan, waktu, tenaga, perhatian, dan pikiran yang sekarang Anda miliki, mungkin tidak cukup untuk mencapai obsesi Anda secara sempurna dan tepat waktu.

Lalu, tulislah sebanyak mungkin manfaat yang akan Anda peroleh ketika obsesi itu terwujud. Dan sebanyak mungkin mudharat yang akan Anda hadapi ketika obsesi itu tidak terwujud. Misalnya, manfaat berupa kenikmatan surga dan mudharat berupa siksa neraka. Ingat-ingatlah manfaat dan mudharat itu setiap saat, agar minat, cinta, dan tekad Anda terhadap obsesi itu selalu kuat. Ketika Anda membangun minat dan cinta terhadap obsesi itu, tentu Anda akan menemukan daftar pekerjaan yang harus Anda lakukan demi mewujudkannya. Bentuklah supaya minat dan cinta menjadi kuat dan mendalam, hingga ia mampu mentenagai jiwa untuk menciptakan “keasyikan” dalam bekerja. Memang, beginilah rahasia cara kerja tekad.

Dalam perjalanan waktu ketika Anda sedang melakukan pekerjaan yang telah Anda rancang, mungkin dari kejauhan Anda melihat orang-orang sedang bersantai dan bermain. Mungkin, menonton televisi, atau makan-makan, atau sedang ngobrol; maka di titik ini Anda merasakan godaan yang kuat untuk ikut bersama mereka. Hentikan keinginan itu! Kebiasaan Anda memenuhi atau menolak godaan itu, akan menentukan seperti apa masa depan yang akan Anda alami. Jika Anda terbiasa memenuhinya, maka Anda sedang menulis kegagalan Anda. Sebaliknya, ketika Anda terbiasa menolaknya, maka sejatinya Anda sedang mencatat kemenangan dan keberhasilan Anda. Seseorang yang menunda kesenangan akan mudah baginya memperoleh kebahagiaan, daripada hanya kesenangan. Bahkan, bisa-bisa Anda akan menemukan kebahagiaan yang lebih bermakna .

Selamat bekerja demi mewujudkan obsesi-obsesi Anda!

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.