Inspirasi Detik ini

Semakin sebuah pelatihan men-stimulasi dan men-simulasi tindakan yang harus kita ambil di dunia nyata, semakin efektiflah ia. — Rio Purboyo

Umpan Balik, Unsur Penting dalam Pelatihan Intensif

Posted by
|

Seorang anak kecil kelihatan berlatih menendang bola dari titik yang sama, setiap hari selama berjam-jam di sebuah taman lokal di London Timur. Secara intuitif, dia memahami kegunaan umpak balik dengan melakukan latihan menendang dari tempat yang sama, ribuan kali, setiap hari.

“Kadang-kadang, dia kelihatannya hidup di lapangan,” kenang ayahnya. Anak kecil itu, kini telah dewasa dan menyetujuinya. “

Rahasia saya adalah latihan.” Lalu dia menyambung, “Saya selalu percaya jika Anda ingin mencapai sesuatu yang spesial dalam hidup, Anda harus bekerja, bekerja, dan bekerja lebih banyak lagi.”

Di usia empat belas tahun, anak ini ditemukan oleh seorang pencari bakat dari klub Manchester United. Kita sekarang mengenalnya sebagai salah satu spesialis tendangan bebas terbaik di dunia. Dan kita tahu rahasia keberhasilannya: umpan balik. Dialah David Beckham.

Mengapa butuh umpan balik?

Ingatlah kembali, saat pertama kalinya kita berkenalan dengan sebuah bidang keahlian. Umumnya kita mampu meraih keterampilan awal dengan cukup cepat dan mudah. Selama fase itu, kita mendapatkan umpan balik dengan cepat melalui peserta yang lebih senior atau umpan balik dari kegiatan itu sendiri, seperti bola tenis yang keluar dari lapangan, atau program komputer yang tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya, atau mobil yang tiba-tiba berjalan ke jalur yang salah. Selama kondisi itu, secara pribadi kita bisa belajar sambil melakukan dan meningkatkan keterampilan sampai pada tingkatan yang cukup kompeten. Tetapi, ketika sudah mencapai titik tertentu, peningkatan keahlian menjadi sangat sulit, atau malah terhenti sama sekali. Pada titik ini, sering kita menganggapnya terjadi karena kita tidak berbakat. Batas kemampuan kita hanya sampai di situ, demikianlah kita meyakinkan diri sendiri.

Padahal sama sekali bukan begitu. Alasan sebenarnya ialah, karena pada tingkatan tersebut, kita mulai kesulitan mendapatkan umpan balik yang akurat. Kesalahan yang kita lakukan sudah lebih sulit dilihat oleh orang-orang awam, termasuk diri kita sendiri. Kecuali kita bersedia meminta bantuan pelatih atau rekan yang berkeahlian lebih tinggi dari kita. Dari sanalah, kita mendapatkan umpan balik yang lebih presisi, sehingga kita mendobrak perkembangan kita yang sempat mandek.

Bagaimana dengan Anda?

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.