Inspirasi Detik ini

Ketika kuberubah, segalanya berubah bagiku. Semakin baik perubahanku, dalam pandanganku, semakin baiklah dunia di sekelilingku. — Rio Purboyo

Menemukan Bakat yang Hilang

Posted by
|

Anda sudah tahu, bahwa untuk bahagia, bermakna, dan berdaya; Anda dapat menggunakan saran berikut. Pilih sebuah aktivitas, yang menempatkan Anda dalam kondisi:

# Merasa nikmat. Alias, Anda enjoy, menikmati kegiatan itu.

# Merasa terlibat. Semakin Anda terlibat, semakin mudah Anda berbahagia.

# Merasa bermanfaat. Makin spesifik kemanfaatan yang Anda rasa Anda bagikan ke sesama, semakin mudah Anda berbahagia. Semakin luas dampak dari kemanfaatan Anda, semakin panjaang perasaan bahagia Anda.

Ada pun, cara untuk menemukan aktivitas apa yang memasukkan Anda dalam kondisi di atas: bahagia, bermakna, dan berdaya. Saya sarankan Anda untuk menggunakan instrumen menulis.

Mengapa menulis? Mungkin Anda bertanya, demikian.

Saat Anda melakukan sebuah aktivitas yang memenuhi tanda-tanda bakat. Saya percaya, Anda pernah alami aktivitas yang menyedot penuh perhatian (energi, konsentrasi, dan waktu). Saya juga percaya, Anda pernah alami kondisi di mana ingin melakukan sebuah aktivitas, lagi dan lagi. Dan, saya juga percaya, Anda pernah alami kondisi di mana, setelah melakukan sebuah aktivitas, diri Anda berkata, “Lelah tapi puas”.

Nah, terhadap tiga penanda bakat/kekuatan itulah. Terlibat, ingin ulangi lagi, dan perasaan lega yang berdaya. Saya sarankan, begitu Anda mengalaminya, Anda langsung menuliskannya. Bisa di atas kertas, bisa juga sarana lainnya, terserah Anda.

Begitu juga, ketika Anda berada di kondisi sebaliknya. Merasa terasing/terkucil (lawan kata dari terlibat), enggan mengulangi “itu” lagi, dan lega karena “itu” sudah selesai hingga malas mengingat-ingatnya kembali. Inilah tanda-tanda kelemahan Anda.

Kembali, menjawab pertanyaan Anda “Mengapa menulis untuk mengenali bakat/kekuatan pribadi?”

Karena, tujuan utama yang kita inginkan dari menulis secara rutin ialah aspek kedalaman penguasaan. Dengan menuliskan penemuan satu per satu kekuatan pribadi, kita jadi sadar bagaimana bakat kita muncul dan bagaimana ia dapat kita ubah jadi amalan unggulan, melalui pelatihan intensif.

Dengan menulis, kita jadi mengerti betapa bakat yang ada bukanlah bakat yg matang, tapi bakat yang siap untuk dimatangkan. Di titik inilah, kita lebih menyadari arti kepakaran yang sesungguhnya. Kepakaran meledak, ketika kesiapan individual bertemu dengan kondisi lingkungan sosial yang tepat. Karena itulah kita sebut keberuntungan, sebagai perjumpaan harmonis antara kesiapan dengan kesempatan.

Menulis, bahkan dengan buku saku kecil sekalipun, merupakan kebiasaan “kecil” yang efektif dan praktis. Dengan menulis itu, kita dapat melatih pikiran, perasaan, dan pembiasaan prilaku kita, dalam 3 hal: memproduksi, memperbaiki (merevisi), dan berefleksi. Berbekal catatan itu, kita mampu mengukur dan mempertimbangkan, apa-apa yang perlu kita kejar demi penyempurnaan kepakaran.

Sampai di sini dulu, saya menuliskan kiat kecil untuk menemukan kembali, “bakat yang hilang”.

Semoga berguna.

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.