Inspirasi Detik ini

Saya menjual dengan membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan, dengan mengenali kebutuhan mereka, dan menyediakan solusi atasnya. — Rio Purboyo

Menjadi Muslim Prestatif

Posted by
|

Mengayunkan Langkah Pertama Menjadi Muslim Pretatif 

Adalah penting, anda merancang tujuan yang anda inginkan. Termasuk ketika Anda menentukan ingin menjadi seorang muslim dengan prestasi seperti apa. Karena jika Anda hidup tanpa tujuan, Anda tidak akan pernah sampai ke mana-mana. Anda akan menghabiskan energi dan waktu tanpa pernah sampai ke mana pun. Jika Anda tidak punya tujuan, Anda tidak pernah akan pernah tahu apakah Anda melangkah ke arah yang benar atau meleset, hanya karena Anda tidak memiliki orientasi atau petunjuk arah.

Tujuan Anda tercapai karena Anda mempunyai tujuan untuk dicapai. Tanpa tujuan, Anda tidak bisa mengatakan, “Tujuan saya tercapai.”  Dengan memiliki tujuan, Anda memiliki orientasi. Dengan memiliki tujuan, Anda mempersiapkan diri untuk sampai ke sana dan Anda tahu apa yang akan Anda lalukan ketika Anda tiba di sana. Dengan memiliki tujuan, Anda akan mengarahkan perhatian ke sana, dan Anda akan selalu melangkah mendekati tujuan itu. Apa pun tujuan Anda, Anda perlu menetapkannya. Anda perlu menanamkan tujuan itu di dalam benak Anda. Anda perlu memiliki sesuatu untuk dicapai dengan tindakan Anda. Tanpa tujuan, Anda akan mengerjakannya asal-asalan. Anda hanya akan membuang-buang waktu. Karena itu, demi waktu Anda, tetapkanlah tujuan.

Memiliki tujuan akan membuat Anda selalu bergairah mengerjakan urusan-urusan anda. Ketika Anda sudah menetapkan tujuan, dan ketika tujuan Anda terus-menerus melekat di dalam benak, seluruh mekanisme di dalam diri Anda akan membuat persiapan untuk sampai ke sana. Secara fisik dan psikis, Anda akan mempersiapkan diri. Dan ketika itu terjadi, Anda bisa menikmati apa yang ada di dalam benak Anda, dan saat itulah tujuan Anda terasa dalam jangkauan. Karena ia kini menjadi bagian dari keseharian Anda. Ia menjadi bagian dari diri Anda.

Dalam pengalaman saya, cara termudah dan terbaik untuk mendesain target dan tujuan adalah dengan mengawali dari tujuan akhirnya, berupa mengajukan pertanyaan cerdas. Mengapa bertanya? Karena dengan bertanya, Anda memunculkan jawaban. Makin berkualitas pertanyaan Anda, makin berkualitas pula jawaban yang Anda dapatkan. Ada satu pertanyaan, yang mampu mendorong kita untuk menuju hasil akhir dan menggunakan sumber daya yang ada sembari menuju ke sana. Yakni, “Bagaimana jika…?”

Pertanyaan “Bagaimana jika?” memunculkan perasaan berdaya, mengeksplorasi beragam kemungkinan, dan memprovokasi diri untuk bertindak mewujudkannya. Pertanyaan ini, bermula dari tujuan yang Anda inginkan adalah (sangat) mungkin untuk terjadi. Pertanyaan ini, berdasarkan betapa segala sumber daya yang Anda butuhkan sudah tersedia. Dan, pertanyaan ini berangkat dari keyakinan bahwa hal itu benar adanya.

Sesaat, Anda perlu membayangkan bagaimana jika Anda menggunakan pertanyaan ini dalam tujuan mendongkrak kualitas dan kuantitas ibadah Anda. Maka, Anda akan mendapatkan beragam variasi dari pertanyaan “Bagaimana jika?”, misalnya:

  • Bagaimana jika saya dapat khatam membaca Al Quran setiap satu bulan?
  • Bagaimana jika saya disiplin sholat lima waktu, tepat waktu (dan berjamaah)?
  • Bagaimana jika saya istiqomah berpuasa sunnah?
  • Bagaimana jika saya membiasakan diri sholat qiyamul lail setiap malam?
  • Bagaimana jika saya gemar bersedekah?
  • Bagaimana jika saya bisa menghafal Al Quran?
  • Bagaimana jika saya dapat berangkat umroh dan Haji bersama keluarga?
  • Bagaimana jika saya menyediakan anggaran khusus untuk membeli hewan qurban di setiap tahun?
  • Bagaimana jika saya mampu menyediakan sajian berbuka puasa Ramadhan tahun ini, untuk sebulan penuh?
  • Bagaimana jika saya produktif menghasilkan karya yang bernilai amal jariyah?
  • Bagaimana jika lingkungan di sekitar saya membudayakan baca Al Quran?
  • Bagaimana jika orang tua, keluarga, dan tetangga saya turut berlomba-lomba mensyiarkan dakwah Islam?
  • Bagaimana jika saya meneladani sunnah Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya, dalam keseharian?

 

Ingat, pertanyaan “Bagaimana jika?” menuntun diri untuk berorientasi ke masa depan dan menghubungkan upaya di masa kini dalam rangka perwujudan tujuan. Dengan pertanyaan “Bagaimana jika”, Anda dapat menciptakan tujuan dan target paling ambisius sekali pun. Dan di saat bersamaan, membantu Anda terbebas dari jeratan perasaan tak berdaya atas kondisi yang ada. Mungkin, Anda memiliki kelemahan, kekurangan sumber daya, atau bahkan kesalahan di masa lalu. Tapi berbekal pertanyaan “Bagaimana jika?”, kondisi itu tidak menghambat obsesi pribadi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Lebih dari itu, pertanyaan “Bagaimana jika?” justru membantu Anda memunculkan peluang, potensi, dan cara-cara kreatif guna mewujudkan apa yang kita kehendaki.

“Bagaimana jika saya rajin meminta kepada Allah –seraya terus berupaya –
agar dimatikan dalam kondisi khusnul khotimah?”

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.