Inspirasi Detik ini

Tiada seorang pun yang bersedia merangkak, ketika ia merasakan dorongan untuk terbang. — Helen Keller

Lima Menit Saja

Posted by
|

Anda tahu, kita dapat menebak dengan mudah, kira-kira apa yang akan terjadi pada diri Anda, lima menit ke depan. Dengan apa? Ya, dengan memperhatikan apa yang sedang anda kerjakan, sekarang. Jika saat ini, Anda sedang duduk dan membaca artikel ini, menyerahkan pandangan Anda pada monitor dan gagasan yang sedang berseliweran. Mudah diramalkan hingga lima menit ke depan, Anda terus mengerjakan aktivitas yang sama. Membaca artikel ini. Begitu pun, ketika Anda melakukan aktivitas lainnya.

Memang, manusia ialah makhluk kebiasaan. Pada awalnya kita menciptakan kebiasaan-kebiasaan kita. Hingga suatu ketika, entah disadari atau tidak, kebiasaanlah yang membentuk kita. Ketika Anda berniat untuk menciptakan kebiasaan baru, Anda dapat memulainya dengan benar-benar sengaja untuk memulai sebuah aktivitas baru. Dan, hanya perlu lima menit saja. Kenapa lima menit saja? Karena, seperti dibahas di paragraf sebelumnya, ialah adanya kecenderungan manusia untuk meneruskan aktivitas apa pun yang sedang kita kerjakaan saat ini, setidaknya hingga lima menit nanti. Kecuali jika terjadi desakan, paksaan, penghentian, untuk segera mengakhiri dan beralih ke aktivitas lain berikutnya.

Ketika Anda hendak melatih diri untuk lebih berdisiplin dalam sebuah prilaku baru. Pastikan Anda menggelindingkan diri ke dalam sebuah tindakan, dengan mengambil pemicu aksi. Pilih satu pemicu aksi yang mudah Anda kerjakan, lalu dorong diri Anda untuk meneruskan aktivitas itu hanya untuk lima menit ke depan. Ingat! Sampaikan ke diri sendiri, bahwa ini hanya untuk lima menit saja. Jika nanti Anda mau menambahkan durasi lima menit lagi, itu terserah Anda.

Saran ini sangat ampuh, bagi Anda yang merasa kewalahan untuk awali aktivitas yang enggan Anda mulai. Cara ini juga sangat manjur, bagi Anda yang merasa bingung, mau memulai pekerjaan dari mana. Kiat ini juga sangat tokcer, bagi Anda yang merasa kehabisan energi untuk menyelesaikan apa-apa yang sudah Anda mulai. Ingat, kuncinya hanya satu. Putuskan untuk ambil pemicu tindakan yang kecil, mudah, dan sederhana. Dan tugas Anda sekarang, ialah meneruskannya hingga lima menit ke depan. Itu saja. Ada banyak contoh aktivitas yang bisa Anda pilih. Misal: membersihkan kamar mandi, menata pakaian, merapikan meja kerja, membaca dan menjawab email, membaca Kitab Suci, termasuk berolahraga. Atau, Anda ingin menambahkan contoh lainnya?

Bagi Anda yang penasaran, mengapa kiat kecil ini bekerja. Sepertinya ini dimulai dari kinerja pikiran dan perasaan kita. Saya menduga, kita merasa bahwa apa yang sedang kita lakukan saat lima menit ini ialah pekerjaan yang kecil, sederhana, dan mudah. Betapa tidak, hanya mencelupkan diri ke sebuah tindakan pemicu. Lalu, meneruskannya untuk lima menit saja. Begitu selesai lima menit, diri kita merasa sudah mengerjakan sesuatu. Yang artinya, ini adalah sebuah penghargaan diri betapa kita ternyata bisa mengerjakan sesuatu dalam lima menit. Yang artinya juga, kita merasa lima menit tadi berisi sesuatu yang awalnya menurut kita tidak berharga, tiba-tiba berubah menjadi berisikan kegiatan yang lebih bermakna. Dari situ, sesungguhnya, perasaan berdaya itu bisa muncul dengan sendirinya. Dan tahukah Anda, ketika kita sedang sepenuhnya tenggelam dalam beraktivitas. Tanpa diminta: badan, pikiran, dan perasaan kita akan larut dalam lima menit itu, dalam rangka menyelesaikan sisa waktu yang hanya lima menit saja. Bayangkan peristiwa ini: apa yang akan Anda kerjakan habis-habisan, ketika Anda ketahui tim Anda berjuang di lima menit terakhir dalam sebuah pertandingan. Atau, masuklah dalam adegan, di mana Anda menjadi seorang siswa yang berusaha menyelesaikan ujian kenaikan kelas dalam sisa waktu yang tersedia, lima menit saja. Pilihan-pilihan skenarionya, banyak tersedia. Belum lagi, jika Anda sebutkan kondisi keterdesakan di rumah sakit, misalnya. Dari beragam skenario lima menit tadi, sesungguhnya kita menyadari ada banyak aktivitas yang cukup berharga, bahkan sungguh-sungguh bernilai dan bermakna tinggi, ketika kita benar-benar sengaja mengisinya dengan aktivitas yang bernilai. Yah, setidaknya kita anggap lebih bernilai, he he he.

5 menit Lima Menit Saja

Jadi, jika nanti Anda bingung untuk melakukan apa di waktu senggang Anda. Atau, Anda ingin kerjakan sesuatu yang sudah lama Anda tunda-tunda. Atau, Anda ingin menyelesaikan pekerjaan yang sebetulnya tidak 100% Anda cintai untuk kerjakan. Ingat kembali kiat sederhana ini. Sebut saja ini, sebagai “Picu lima menit saja”. Anda berfokus pada tindakan pemicu yang: kecil, sederhana, dan mudah. Lalu, tenggelamkan diri Anda dalam sebuah aktivitas –apa pun itu– selama lima menit saja.

Omong-omong, tulisan ini pun saya selesaikan dengan memanfaatkan skema “Lima Menit Saja”. Bagaimana dengan Anda?

Selamat menggunakan.

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.