Inspirasi Detik ini

Kita akan betul-betul memahaminya, begitu kita benar-benar melakukannya. Yang kita mengerti, tidak akan kita lupakan. — Rio Purboyo

Pemimpin Diri

Posted by
|

Setiap kita adalah pemimpin, dan karenanya bertanggung jawab atas dampak kepemimpinan pribadi.

Sejatinya, adanya pemimpin karena adanya pengikut. Jika pun tidak memiliki seorang pun pengikut, diri kitalah pemimpin atas kebesertaan diri sendiri. Dan, Anda tahu kualitas kepemimpinan dinilai dari kualitas keputusannya. Di sini, kita mementingkan kualitas pilihan.

Yang jadi pertanyaan, ialah…

 

Selama Anda menjalani kepemimpinan atas hidup Anda sendiri. Mana peran yang Anda pilih: sebagai penyebab atau sebagai korban?

 

Sangat baik, sekiranya Anda memahami perbedaan kedua hal di atas. Alih-alih merasa diri sebagai penyebab, banyak orang malah merasa sebagian besar hidupnya ialah sebagai akibat. Yakni akibat dari merespon keinginan yang mendadak, kejadian di luar, kondisi emosi orang-orang di sekitarnya, dsb.

Anda memilih sebagai penyebab

Ketika Anda merasa sebagai penyebab, artinya Anda adalah pengambil keputusan dengan membentuk (pilihan) apa yang Anda inginkan dalam hidup. Dan bertanggung jawab atas apa yang sudah ada maupun apa yang akan Anda peroleh. Anda melihat dunia sebagai tempat yang penuh dengan peluang, keserbakemungkinan, dan bergerak ke depan untuk meraihnya. Intinya, Anda benar-benar tahu bahwa Anda punya pilihan pada apa yang Anda inginkan/butuhkan/perlukan, dan bagaimana Anda bereaksi (atau tidak bereaksi) pada: orang, peristiwa, ide-ide di sekitar Anda.

Anda memilih sebagai akibat

Ketika Anda merasa hidup Anda sebagai akibat, mungkin Anda akan menyalahkan orang lain atau kejadian-kejadian tertentu atas kegagalan serta suasana hati Anda. Anda merasa tidak berdaya atau tergantung pada orang lain dalam berusaha untuk merasa nyaman dengan diri sendiri dan kehidupan. Anda mungkin berpikir, “Andai saja orang lain (ortu/pasangan/bos/rekan kerja, dkk) mau memahami dan membantu saya dalam meraih impian-impian saya atau melakukan apa yang saya inginkan, atau apa yang terbaik buat saya. Pastilah hidup akan luar biasa.” Jadinya, Anda menunggu dan hanya berangan-angan segala sesuatunya berubah atau bermimpi orang lain akan melakukannya buat Anda.

Tanda-tanda itu petunjuk bahwa hidup Anda adalah sebagai akibat atau korban keadaan. Apakah memang hidup dengan cara seperti itu yang mengasyikkan? Apakah Anda pikir orang-orang di sekitar Anda senang dengan cara hidup Anda yang seperti itu? Meyakini bahwa orang lainlah yang bertanggung jawab, atau membuat mereka bertanggung jawab untuk kebahagiaan Anda, atau mengubah suasana hati Anda, sangatlah membatasi hidup Anda. Karena hal ini, memberi orang-orang kekuatan tak-kasat-mata atas kehidupan Anda, yang bisa menyebabkan kesakitan mental.

Pemimpin dan pilihan hidup

Begitu Anda merasa menjadi penyebab dalam kepemimpinan Anda sendiri, berarti Anda punya pilihan-pilihan dalam hidup. Anda dapat memilih apa yang terbaik dan pada saat yang sama, yakin bahwa pilihan tersebut cocok dengan keluarga, masyarakat, komunitas, nilai yang Anda yakini, serta prinsip hidup yang Anda pegang teguh. Dengan arti lain, Anda mempertimbangkan dampak dari tindakan-tindakan Anda pada orang di sekitar Anda.

Seseorang yang merasa hidupnya sebagai akibat seringkali memandang dirinya atau hidupnya sebagai korban tanpa dibekali pilihan sama sekali. Ironisnya, mereka sesungguhnya punya pilihan tapi mereka memilih untuk tidak memilih. Dan malah merespon pada apa pun hal yang terjadi pada diri mereka.

Lantas, bagaimana dong?

Kalau Anda bertanya, “Apakah sampean selalu mengambil peran sebagai penyebab?” Ndak juga, sih. Yang terpenting, saya berupaya menyikapi bahwa di sebagian besar kehidupan saya mengambil posisi sebagai penyebabnya. Bahwa ada bagian-bagian dari hidup yang tak dapat saya pimpin, atau kendalikan, atau berdayakan, atau arahkan, atau pengaruhi; itu saya sikapi sebagai di luar batas maksimal kepemimpinan pribadi. Tapi, lebih dari apa pun, yang terpenting ialah menyadarkan diri ketika saya jatuh dalam ‘perangkap’ emosi-pikiran, dan mengganggap hidup sebagai akibat. Dan kemudian, kembali ke jalur yang benar, untuk kembali menyadari bahwa saya selalu memiliki pilihan-pilihan dalam hidup. Karenanya, saya pun dapat menentukan cara-cara lain dalam meraih tujuan, atau meminta bantuan orang lain (jika memang diperlukan) tanpa perlu merasa menjadi korban untuk apa pun bentuk usulan/bantuan mereka.

(credit to: Wiwoho, “Pemimpin dengan Suara Emas”)

NB)

Ketika Anda berminat melatih kepemimpinan diri untuk menginstall PD Berbicara. Kini Anda dapat mengikuti workshop #PublicSpeakingMagically Tertarik? Hubungi 0858-1531-1207.

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.