Inspirasi Detik ini

Kita sampai karena berangkat, dan semakin lurus jalannya semakin cepat sampai ke tujuannya. — Rio Purboyo

Menikmati Al Quran

Posted by
|

Untuk menemani puasa Ramadan Anda, pembaca. Sekaligus untuk menemani Anda meng-khatam-kan bacaan Al Quran, saya sajikan kisah peneguh jiwa berikut ini. Selamat menikmati!

Seorang Muslim tua, hidup di suatu perkebunan dengan cucu lelakinya yang masih muda. Setiap pagi kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di meja makan dekat dapurnya. Cucu lelaki itu, ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan berusaha untuk menirunya dengan cara apa pun yang ia mampu.
Suatu hari sang cucu bertanya, ”Kakek! Aku mencoba untuk membaca Quran seperti yang kakek lakukan tetapi aku tidak memahaminya. Dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Quran?”

Dengan tenang sang kakek mengambil keranjang tempat arang, memutar sambil melobangi keranjangnya, ia pun menjawab, ”Bawa keranjang ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek. Tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumah.

Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukannya lebih cepat lagi.”
Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk ia lakukan lagi.

Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakeknya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dilubangi. Maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.

Sang kakek berkata, ” Aku tidak mau ember itu. Aku hanya mau keranjang arang itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup!”
Sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucunya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan buktinya kepada sang kakek: Sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek. Tetapi begitu ia sampai di depan kakek, keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, ” Lihat ‘kek, percuma!”
”Jadi kamu pikir percuma?” Jawab kakek.
Kakek berkata, ” Lihatlah Keranjangnya.”

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang arang yang tua kotor dan kini, bersih, luar dalam.

“Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Quran. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya. Tetapi ketika kamu membacanya lagi dan lagi, kamu akan berubah, luar dalam. Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita.”

Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.