Inspirasi Detik ini

Ngeyel itu boleh, perlu bahkan. Selama untuk hal-hal yang penting, malah dianjurkan. Ngeyel gunakan cara-cara baru yang lebih cocok untuk peluang baru, sambil ngeyel tetep perhatikan tujuan-tujuan besar di balik cara-cara baru itu, adalah contoh ke-NGEYEL-an yang tepat! — Rio Purboyo

Merutinkan Kemenangan

Posted by
|

Tentu, Anda setuju, “Perjalanan panjang dimulai dari ayunan langkah pertama”. Seperti yang pernah saya tulis di status FB saya, bahwa “Langkah kedua = langkah pertama di urutan yg ke-2; begitu seterusnya. Sambil pastikan kejelasan arah tujuan, sediakan kemudahan dengan lakukan tindakan kecil yg memberhasilkan. Agar, bergulirnya bola salju transformasi berhasil tiba di tempat yg ‘tepat’.”

Maka, tugas terdekat bagi kita ialah menemukan kembali kepingan keberhasilan yang telah kita lakukan di masa lalu. Sekecil apa pun pengalaman itu. Di lain kesempatan, akan saya postingkan sebuah pendekatan manajemen terbaru, yang berbasiskan penghargaan. Tapi, kali ini, berfokuslah untuk mengulangi kembali keberhasilan kecil tadi. Bukankah, kesuksesan besar ialah akumulasi dari kesuksesan-kesuksesan kecil.

Saya tinggalkan Anda, sobat pembaca, untuk menikmati inspirasi dari 2 cerita di bawah ini. Tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas, seusai membaca artikel ini, Anda pun bergegas menuntaskan keberhasilan-keberhasilan kecil Anda selama ini. Apa buktinya? Andalah sendiri yang dapat menjawabnya.

Dan, itulah hebatnya cerita. Kisah mampu memasukkan informasi tanpa kita sadari, karena telah berhasil membukakan pintu pikiran kita. Kisah yang menarik, seperti di bawah ini, mampu menyusup rapi dan bersemi di dalam bawah sadar Anda, pembaca. Maka takmengherankan, sekiranya Anda mengalami pencarian makna dan pemanfaatan sumberdaya supaya terjadi pembelajaran. Seringkali, malah terjadi akselerasi. Inilah sebabnya, mengapa kisah berdampak besar bagi pembaca/pendengarnya. Jangan percaya, sebelum Anda membuktikannya!

Kisah 01

Alkisah, ada seorang pembuat jam Swiss yang terkenal ahli karena sangat presisi. Ia memiliki kemampuan berkomunikasi verbal dengan jam yang tengah dibuatnya. Bayangkan diri Anda, hadir ketika diskusi hangat itu sedang berlangsung:

“Wahai jam yang baik, kelak engkau akan selesai dibuat dan berfungsi sebagai jam. Sanggupkah kau berdetak sebanyak 31 juta 104 ribu kali dalam setahun?”

Jam merasa grogi mendengar jumlah angka yang disampaikan sang pembuat jam. Ia pun menjawab, “Maaf, Bapak pembuat jam yang baik hati, tampaknya kutak sanggup jika harus berdetak sebanyak itu.”

Lalu, si pembuat jam mengajukan pertanyaan yang kedua, “Jika begitu, mungkin kau mampu berdetak sebanyak 2 juta 592 ribu kali dalam sebulan?”

Jam sekali lagi, terhenyak. Jumlah yang diajukan sang pembuat jam baginya masih sangat besar. Ia berpikir tidak mungkin untuk menyanggupinya, “Sekali lagi, maaf, Bapak yang baik hati, aku masih takmampu.”

Sang pembuat jam hanya mengangguk dan menatap dengan bijak. Lalu bertanya dengan penuh tanya, “Bagaimana jika kau hanya harus berdetak sebanyak 86 ribu 400 kali saja dalam sehari-semalam?”

Jam bimbang. Ia memandangi sekujur tubuhnya yang mungil, ia ragu apakah mampu memenuhi permintaan itu, “Maafkan aku untuk kesekian kalinya, duhai Bapak yang baik hati. Tampak sekali lagi aku belum mampu memenuhi permintaanmu.” Ia pun tersipu dan tertunduk malu, tetapi apa mau dikata, ia ragu terhadap kemampuan dirinya yang memang berukuran kecil dan mungil itu. Lalu, dengan tetap ceria sang pembuat jam kembali menawarkan berapa kali kiranya si jam mungil harus berdetak.

“Kalau 3600 kali berdetak dalam satu jam, kiranya kamu mampu, bukan?” tanyanya dengan penuh harap. Jam mungil merasa tenggorokannya tercekat, sesak. Ia taklagi mampu berkata-kata saking malunya.

Tanpa menunggu jawaban dari si jam mungil, pembuat jam langsung berseru, “Baiklah, kalau begitu kau cukup berdetak satu kali saja dalam satu detik. Bagaimana?”

Tanpa berpikir panjang, jam mungil itu pun berteriak kegirangan, “Aku mau… Aku mau!!!”

Anda bisa menduga, sejak saat itu, jam mungil terus berdetak tanpa henti satu kali setiap detik. 3600 kali setiap jam, 86.400 kali setiap hari, 2.529.000 kali setiap bulan, dan 31.104.000 kali setiap tahun. Seperti jam Swiss lainnya, usianya kini sudah lebih dari 10 tahun dan ia terus saja berdetak tanpa jeda dan henti.

Kisah 02

Murid : Guruku, mungkinkah manusia tidak melakukan dosa 1 tahun lamanya?
Guru : Muridku, sungguh mustahil itu terjadi.
Murid : Kalau sebulan?
Guru : Itu juga masih tidak mungkin!
Murid : Jika seminggu?
Guru : Juga masih tak mungkin terjadi!
Murid : Mungkinkah, sehari tanpa dosa?
Guru : Masihlah sangat-sangat berat!
Murid : Bisakah tanpa dosa selama 1 jam?
Guru : Jika itu, insya Allah bisa.
Murid : Jika begitu, aku akan berusaha menjaga 1 jam tanpa dosa. Lalu 1 jam lagi setelahnya. Kemudian 1 jam lagi. Dan 1 jam lagi. Insya Allah.

Selamat men-disiplin-kan kemenangan.

Comments

Add a comment

  1. Mudah Atasi Masalah10-20-12

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.