Inspirasi Detik ini

Jangan bermimpi menjadi orang pandai. Jadilah manusia bernilai dan memberikan nilai untuk kehidupan. — Albert Einstein

Mindset “Meskipun”

Posted by
|

Saya meyakini adanya kekuatan dalam kata-kata. Entah dengan Anda.

Saya percaya hidup kita sebagian besarnya ditentukan oleh kata-kata kita. Entah dengan Anda.

Saya setuju bahwa semakin bijaksana seseorang, semakin tepat ia gunakan kata-kata dalam kehidupannya. Prinsip ini makin kusetujui hari demi hari. Entah dengan Anda.

Saya sepakati bahwa doa ialah tombak sekaligus tameng bagi pribadi yang meyakininya sepenuh hati. Itulah kekuatan kata-kata, sebagai senjata sekaligus perisai perlindungan diri.

Saya sepakati bahwa nasib kita tergantung dari cara kita merespon kejadian yang ada. Begitu terjadi sebuah peristiwa, kita pun memberikan makna terhadapnya. Kita mengkaitkan momentum yang  ada dengan pengalaman terdahulu, termasuk munculnya kemungkinan terbaik-dan-atau-terburuk akibat pilihan sikap dan respon kita. Ketika memaknai sesuatu, saat memberi arti, sadarilah bahwa saat itulah kata-kata sedang bekerja bersama kita.

Saya sepakati bahwa prinsip komunikasi berikut ini, tepat adanya. “Berkata baik atau diam”. Jika dirasa penting untuk berujar, ia akan berkata yang baik, dengan cara yang baik, dan untuk tujuan baik. Jika dirasa lebih penting untuk diam, ia pun mendengarkan dengan sangat baik, memilih hanya yang terbaik dari yang ia dengarkan, dan memperhatikan apa pun kebaikan dari teman bicara, sekecil apa pun kelebihannya itu. Karena itulah, ia tepat dalam menggunakan kata-kata. Khalayak umum lebih sering menyebutnya dengan bijaksana.

Mungkin ada di antara Anda, para pembaca, yang sudah mengerti betapa sebuah kata penghubung memiliki dampak hebat bagi diri kita. Kali ini kita akan berfokus pada penggunaan kata ‘tapi’, ‘dan’, serta ‘meskipun’. Sebagaimana namanya, kata penghubung, tentu saja fungsinya untuk menggabungkan dua bagian, dalam hal ini ialah kalimat/pernyataan. Uniknya, dengan menggunakan ketiga kata penghubung itu, terjadi dampak yang berbeda, yang akhirnya akan lebih mengarahkan fokus perhatian kita pada kalimat/pernyataan tertentu.

Contoh:

(1) “Masakan istriku enak sekali, tapi bibirku sedang sariawan.”
Kalimat ini memfokuskan perhatian kita lebih kepada ‘bibirku sedang sariawan’, dan lebih abaikan nikmatnya ‘masakan istriku enak sekali’.

(2) Jika seseorang bermaksud menekankan kedua pengalaman seperti di atas, maka dapatlah kita rasakan bedanya dengan penggunaan kata hubung ‘dan’. Sehingga menjadi… “Masakan istriku enak sekali dan bibirku sedang sariawan.”

(3) Ketika seseorang mengatakan “Masakan istriku enak sekali, meskipun bibirku sedang sariawan.”, dampaknya akan mengarahkan fokus perhatian kita lebih kepada “masakan istriku enak sekali”, dan menjadikan kalimat lainnya sebagai bagian yang kita abaikan.

Dengan berbekal ketiga contoh kalimat di atas, tentu mudah kita kenali bahwa bahasa memiliki pola tersendiri. Begitu kita terampil menggunakan kata penghubung yang satu, maka kita dapatkan dampak yang berbeda dari penggunaan kata hubung lainnya. Kata penghubung ‘meskipun’ adalah kata yang ajaib. Karena ia menjadikan kita lebih berfokus pada kalimat pertama (atau kalimat yang tanpa ada kata ‘meskipun’) –sebagai latar depan– dan membuat kalimat kedua sebagai latar belakang yang lebih kita abaikan.

Contoh sederhana:

Kalimat pertama: Saya sedang menulis buku ‘Berbakat Jadi Hebat

Kalimat kedua: Saya tidak tahu kapan akan diterbitkan.

Jika digabungkan dengan kata ‘meskipun’, menjadi: “Saya sedang menulis buku ‘Berbakat Jadi Hebat’, meskipun saya tidak tahu kapan akan diterbitkan.”

Adakah perasaan tertentu dari kalimat di atas? Ya. Benar! Kita akan lebih terfokus pada kalimat pertama, “Saya sedang menulis buku ‘Berbakat Jadi Hebat.” Sehingga bila pun belum tersedia kepastian kapan terbitnya buku itu, saya tetap berproses dalam menyelesaikan penulisan buku itu.

Akan beda jadinya, begitu kita sambungkan kedua kalimat contoh di atas, dengan kata ‘tapi’. Berubah menjadi, “Saya sedang menulis buku ‘Berbakat Jadi Hebat’, tapi saya tidak tahu kapan akan diterbitkan.”

Mudah kita rasakan perbedaannya, bukan? Begitu disambungkan dengan kata ‘tapi’ kita lebih memperhatikan kalimat yang kedua. Dalam contoh di atas, bisa-bisa saya tidak berminat lagi menulis buku “Berbakat Jadi Hebat”, karena tiadanya kepastian kapan persisnya akan diterbitkan. Bersyukur, saya lebih memilih menggunakan kata hubung ‘meskipun’ daripada ‘tapi’. Kedua kata hubung ini, ‘meskipun’ serta ‘tapi’, sama-sama berfungsi menyambungkan dua kalimat. Yang satu, yakni ‘meskipun’ membuat kalimat yang ditempelinya menjadi latar belakang, sehingga lebih mudah kita abaikan. Sedangkan, kata hubung ‘tapi’, membuat kalimat yang ditempelinya menjadi latar depan, sehingga lebih kita perhatikan. Kita sudah rasakan perbedaannya dari beberapa contoh di atas.

Oh ya!!! Hanya gara-gara bermodalkan kepiawaian menggunakan ‘meskipun’ seperti saran di atas, kita dapat membantu diri sendiri dan sesama dalam memandang suatu kondisi dengan lebih berdaya. Iya, ini terjadi gara-gara kata ‘meskipun’. Dengan cara pandang yang lebih baik, tentunya kita akan lebih berfokus pada tujuan baik dan nilai positif yang ada.

Guna mempertajam kepekaan berbahasa kita, seberapa mudah Anda perhatikan rasa dan dampak dari beberapa contoh berikut ini?

1.a) Ia berhasil lulus kuliah S-3 di usia 35 tahun, tapi ia masih terlilit hutang keluarga.
1.b) Ia berhasil lulus kuliah S-3 di usia 35 tahun, meskipun ia masih terlilit hutang keluarga.

2.a) Doni terus berlatih mempraktikkan hasil belajarnya sepulang dari workshop “Berbakat Jadi Hebat”, meskipun ia masih perlu banyak beradaptasi dengan beberapa konsep dasarnya.
2.b) Doni terus berlatih mempraktikkan hasil belajarnya sepulang dari workshop “Berbakat Jadi Hebat”, tapi ia masih perlu banyak beradaptasi dengan beberapa konsep dasarnya.

3.a) Mada bersyukur sudah menghuni rumah barunya 2 pekan ini, tapi ia masih harus memperbaiki banyak bagian dari rumah barunya itu.
3.a) Mada bersyukur sudah menghuni rumah barunya 2 pekan ini, meskipun ia masih harus memperbaiki banyak bagian dari rumah barunya itu.

4.a) Negeri ini akan menjadi pemimpin bangsa-bangsa di dunia, meskipun bencana alam sering menimpa warganya.
4.b) Negeri ini akan menjadi pemimpin bangsa-bangsa di dunia, tapi bencana alam sering menimpa warganya.
Jika suatu waktu nanti Anda atau organisasi Anda sedang dalam kondisi tidak berdaya, segeralah gunakan mentalitas ‘meskipun’, mungkin dengan kalimat seperti berikut ini… “Kami selalu berhasil menerobos tantangan sebesar apa pun -termasuk juga kali ini- meskipun kami belum tahu cara dan sarananya.”

Setelah selesai membaca tulisan ini, pasti Anda akan jadi lebih terlatih dengan tepat menggunakan kekuatan kata-kata. Meskipun, tanpa saya ingatkan pun, Anda sudah akan lebih peka dengan sendirinya.

Anda mengerti maksud saya, bukan?

Rio Purboyo | Talent Coach | 0858.1531.1207

Comments

  1. Sahreza

    November 21, 2010

    Sueger Kang..

    Memang Tajam Kata2 itu ya kang… ^^V

  2. Mind Provocateur

    November 21, 2010

    Wah, saya senang dengan penjelasan ini dan mengerti MESKIPUN saya menuliskannya di buku MANTRA halaman 210, hehehe …

    Terimakasih mas …

  3. Rio Purboyo

    November 22, 2010

    @ Sahreza: begitulah adanya, kang.
    @ pak Prast (yg ngaku-ngaku jadi Mind Provocateur): saya pun turut senang mengetahuinya, meskipun tahu maksud yg sebenarnya. Memang sakti mantra-guna, bukan?

  4. ERLK

    November 22, 2010

    bener juga ya…? hatur nuhun mas Rio…

  5. Rio Purboyo

    November 22, 2010

    Terima kasih, sama-sama. Selamat berlatih, lagi dan lagi.

  6. Makin

    January 11, 2011

    Mantabb Akhi…Jazakumulloh…

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.