Inspirasi Detik ini

Kebahagiaan adalah kunci sukses. Jika kita mencintai pekerjaan kita dengan sepenuh hati, kita akan berhasil. Maka berbahagialah ketika bekerja. — Herman Cain

Sumpah Pemuda Provokator!

Posted by
|

Sumpah Pemuda, inginnya tulis sesuatu yang bermakna tentangnya. Meski masih sepekan lagi (saat kutulis ini, masih 21 Oktober) tiba-tiba kudapati sms dari panitia sebuah ikatan mahasiswa profesi yang kehendaki artikelku dikirimkan ke panitia. Agenda pengkaderan, adalah yang utama.

Maka, dengan berniat berbagi provokasi, kulihat tepat juga kiranya artikel itu kubagikan di sini. Sebagai demonstran jalanan, dulu kusangat berhati-hati terkena provokasi. Karena bisa obrak-abrik konsentrasi, membongkar ulang paksa isi hati, karena virus pikiran mulai menggerogoti asumsi-asumsi diri.  Jadi, sebelum Anda selesaikan bacaan berikut ini, berhati-hatilah! Jika ada dampak baik, sebesar atau sekecil apa pun dari membaca tulisan ini nanti, saya ingatkan, janganlah terlalu dipercayai, sebab ini masih teori bagi Anda, meskipun saya sudah terbiasa mempraktikkannya dalam keseharian. Waspadalah, waspadalah!!!

Provokasi Aktif  Berorganisasi

Sebagai mahasiswa, atau sebagai anak-anak muda, kita adalah saksi sekaligus pelaku sejarah. Sejarah anak-anak muda adalah sejarah perlawanan dan pembelaan. Sebelum kemerdekaan anak-anak muda Indonesia bangkit menyatukan bangsa dan melawan penjajah serta merebut kemerdekaan. Tapi setelah merdeka mereka bangkit melawan penguasa tiran dan diktator serta membela rakyat dari penindasan sosial, ekonomi, kesehatan, dan politik.

Perlawanan dan pembelaan adalah energi peradaban. Dan energi itu lahir dari kegelisahan. Tapi dari manakah kegelisahan itu tercipta? Dari idealisme yang terpasung di alam kenyataan. Maka setiap kali janji kemakmuran terpasung dalam krisis ekonomi yang menyengsarakan rakyat, atau suara keadilan terbungkam dalam tirani kekuasaan, atau kebebasan ditindas oleh kediktatoran, setiap kali itu pula ada kegelisahan yang meresahkan jiwa anak-anak muda dan mencabut semua kenyamanan hidup mereka. Maka mereka bergerak dan segera berdiri di garis depan menyambut penggilan sejarah. Tapi anak muda yang seperti apakah mereka?

“Mereka adalah anak-anak muda yang telah beriman kepada Tuhan mereka, lalu Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (QS. Al-Kahfi:13)

Demikianlah. Kegelisahan menjadi isyarat dari anak-anak peristiwa yang akan lahir dari rahim sejarah. Kegelisahan memberi energi. Dan energi itu tumpah ruah dalam semangat perlawanan dan pembelaan. Maka, ada peristiwa ada sejarah. Tapi ada satu fenomena yang jarang kita perhatikan dalam langkah sejarah, bahwa gerakan-gerakan pemuda seringkali dimatikan oleh orang-orang yang mencetuskannya pertama kali. Lihat Soekarno dan Soeharto.

Dalam tulisan kali ini, saya hendak meyakinkan diri sendiri, dan boleh jadi cocok bagi Anda, pembaca. Bahwa jika kepemimpinan adalah kemampuan melakukan perubahan, dan dunia saat ini membutuhkan perubahan, maka negeri kita sesungguhnya sangat-sangat-sangat membutuhkan pemimpin.

Para pemimpin menggunakan keyakinan dan hasratnya dalam memimpin orang. Meskipun dapat dimulai dari memimpin diri sendiri, toh pada perjalanannya, pemimpin akan memiliki pengikutnya sendiri, cepat atau lambat. Kepemimpinan tidak selalu dari level atas, tetapi tujuannya selalu untuk mempengaruhi orang-orang di level atas. Hampir semua organisasi menunggu orang-orang seperti Anda untuk memimpin mereka.

Apa yang dibutuhkan untuk membuat gerakan?

Jika kita teliti memperhatikan peraih penghargaan Nobel, Muhammad Yunus, kita dapat mengenali taktik memimpin sebuah organisasi. Keuangan mikro sebagai alat memerangi kemiskinan telah berkembang menjadi sebuah gerakan. Sebetulnya solusi ini sudah disadari sejak tiga puluh yang lalu. Dunia bukannya tidak mengerti, toh Muhammad Yunus juga telah mengatakannya secara panjang lebar. Lalu, mengapa perlu waktu tiga puluh tahun untuk membuat ide ini menjadi sebuah gerakan?

Jawabannya adalah, sebagaimana Anda mungkin telah menebaknya, ada perbedaan antara mengatakan pada orang apa yang harus dilakukan dengan berusaha membuat langkah-langkah untuk memicu sebuah gerakan. Gerakan terjadi ketika orang saling berkomunikasi, saat gagasan telah tersebar luas dalam komunitas, dan yang paling penting, ketika ada sarana dan dukungan yang mengarahkan orang untuk mengambil tindakan yang tepat.

Para pemimpin besar menciptakan gerakan dengan cara mendorong komunitasnya untuk saling berhubungan dan berkomunikasi satu sama lain. Mereka tidak memerintah anggotanya agar selalu mengikuti pemikiran dan langkah mereka. Justru sebaliknya, mereka membangun fondasi bagi setiap anggotanya untuk saling berelasi, mengusulkan ide, dan akhirnya membuat gerakan.

Darinya, kita dapat mengenali 3 anatomi gerakan yang efektif.

  1. Cerita tranformatif –biasanya dibangun dari kesamaan minat, siapa kita– menjadi masa depan yang akan kita bangun.
  2. Sarana komunikasi, yang memungkinkan relasi antar pemimpin dan pemimpin dengan anggotanya.
  3. Pencapaian, sesuatu yang harus dikerjakan. Semakin leluasa, tentu semakin baik.

 

Kerumunan dan Gerakan

Ada dua hal yang beda:

  1. Sebuah kerumunan adalah gerakan tanpa seorang pemimpin.
  2. Sebuah kerumunan adalah gerakan tanpa komunikasi.

Sebagian besar organisasi menggunakan waktunya untuk melakukan perbincangan (pemasaran) pada sebuah kerumunan. Organisasi yang cerdas menciptakan gerakan. Kerumunan memang menarik, mereka bisa menciptakan segala hal yang bersifat sementara dan menciptakan efek pemasaran. Tapi, gerakan bertahan lebih lama, efektif, dan lebih efisien.

Hal pertama yang dilakukan pemimpin efektif ialah mempererat gerakannya. Memperbesar gerakan dengan mencari lebih banyak anggota baru dan meluaskan pengikutnya ke seluruh penjuru bumi memang menggiurkan. Namun, sesungguhnya mempererat anggota gerakan yang ada jauh lebih penting. Gerakan yang erat membuat komunikasi berjalan lebih lancar. Melalui gerakan yang erat, Anda bisa membangun jalinan emosi dan semangat dengan lebih baik. Organisasi dengan model gerakan seperti inilah yang akan berkembang pesat.

Dan saya berharap, Anda termasuk sebagai salah satu dari pemimpin gerakan itu. Selamat berorganisasi, selamat bergerak, selamat memimpin. Negeri ini membutuhkan para pemimpin muda. Mulailah sekarang juga!

Selamat Hari Sumpah Pemuda.

Entah dari mana asalnya…. sayup-sayup terdengar suara merdu dari jalanan waktu itu… ternyata adalah:

Lagu Totalitas Perjuangan

Kepada para mahasiswa, yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan, di persimpangan jalan

Kepada pewaris peradaban, yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan, di lembar sejarah manusia

- Reff -
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Bagi negeri tercinta

Artikel ini dapat didonlot di SINI.

Comments

  1. Mawardi

    October 24, 2010

    Terima kasih telah menginspirasi lewat tulisan ini

  2. Rio Purboyo

    October 25, 2010

    Pak Mawardi & mas Blue, terima kasih sudi mampir dan berkenan membaca tulisan sederhana ini. Sampai jumpa lagi, ya?

  3. budi

    October 28, 2013

    tulisan yang bagus mas…boleh izin dishare mas ?

    • Rio Purboyo

      October 28, 2013

      Silakan pak Budi,
      semoga berguna bagi yang lainnya juga.

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.