Inspirasi Detik ini

Kehidupan Anda adalah jumlah dari semua pilihan yang Anda buat, sadar ataupun tidak. Jika Anda dapat mengendalikan proses pemilihannya, Anda dapat temukan kebebasan yang datang dari tanggung jawab atas diri Anda sendiri. — Robert F. Bennet

“HUMOR” Bumbu Pembicaraan Anda

Posted by
|

Anda pastinya sudah memahami bahwa Anda bisa memilih satu dari tiga orientasi berbicara. Apakah Anda akan lebih memilih untuk berorientasi kepada diri Anda sendiri, kepada isi pembicaraan Anda, atau tentu saja, Anda akan memilih yang terbaik. Berorientasi kepada pendengar Anda.

Ketika Anda mulai mencurahkan perhatian Anda secara lebih optimal kepada pendengar Anda, lebih daripada isi pembicaraan dan bahkan kepada diri Anda sendiri, Anda akan mulai mengerti bahwa dalam pembicaraan tersebut Anda mulai memainkan peran seakan-akan pendengar yang bersama Anda adalah bagian yang tak terpisahkan dari diri Anda.

Dan, Anda pun akan mulai lebih mengerti bahwa ternyata orang lain lebih mengingat emosi yang terkandung dalam pertemuan bersama Anda. Semakin dalam kualitas emosi yang Anda timbulkan pada orang lain, semakin tertanam kuat ingatan orang lain terhadap Anda. Gembira adalah salah satu emosi yang mudah lekat dalam benak orang. Orang akan sangat mudah hanyut dan akan mudah dekat pada seseorang yang lebih mudah membuatnya merasa gembira.

Kegembiraan itu terlihat jelas paling tidak ketika pendengar Anda tersenyum atau tertawa. Tertawa pasti menunjukkan kesenangan. Boleh jadi ada orang menangis karena gembira, tetapi jarang sekali orang tertawa karena sedih. Makin cepat seseorang tergiring untuk tertawa, makin cepat pula keakraban terjalin. Sebab secara umum, manusia lebih suka dihibur daripada diajari. Sehingga, kemampuan dalam membuat seseorang merasa mudah bergembira ketika bertemu Anda menjadi salah satu keahlian yang kini makin penting Anda kuasai.

Daftar berikut ini adalah alasan mengapa Anda perlu menikmati 4 manfaat humor dalam pembicaraan Anda:

1. Membangun rasa saling pengertian dengan para pendengar.

Orang menyukai pribadi yang membuat mereka tertawa. Jika lelucon Anda tidak menyinggung perasaan, tepat, dan lucu, kemungkinan besar Anda telah mendapatkan teman baru. Begitu Anda menjalin saling pengertian dengan pendengar, mereka lebih mudah menerima pesan Anda. Dan karenanya pula humor akan …

2. Menjaga pendengar Anda dari kejenuhan.

Sangat mustahil Anda merasa bosan saat sedang dihibur, kecuali bila hiburannya cukup jelek. Tertawa adalah sebuah cara hebat dalam memberikan istirahat sejenak para pendengar dari ceramah yang serius. Dampak positif lainnya humor akan membuat pembicaraan Anda lebih menyenangkan. Apakah Anda lebih suka untuk mendengarkan materi ceramah yang datar dan membosankan, atau Anda lebih suka untuk lebih sering tertawa sepanjang ceramah?

Kita belajar dengan lebih baik ketika kita menikmatinya. Telah berlalu waktu di mana ceramah hanya untuk mendidik para pendengar. Pendidikan semata bisa menggoda pendengar Anda untuk tidur; pendidikan plus hiburan memberi Anda peluang lebih besar untuk merangkul pendengar. Humor berfungsi melibatkan para pendengar Anda. Humor membuat para pendengar Anda merasa dekat, merasa terlibat. Mereka pun siap belajar. Maka tidak mengherankan bila humor …

3. Memungkinkan para pendengar Anda mengingat informasi lebih lamaa.

Karena orang lebih mudah lupa akan fakta dan angka, dan lebih mudah ingat akan hal-hal yang menyentuh perasaan mereka, maka humor menjadi ’tangan kanan’ Anda dalam melakukannya. Kita mengingat sebuah pesan ketika kita mengingat kembali apa yang membuat kita merasa emosional, sesuatu yang bisa membuat kita tertawa. Masih sering saya jumpai alumni dari pelatihan kami yang setelah sekian lama masih mengingat kisah yang pernah mereka dengar dari kami, dan tentunya masih mengerti akan pesan ceritanya.

Humor merangsang sisi kanan dan sisi kiri otak kita, sehingga meningkatkan peluang bagi pendengar Anda untuk mengingat isi ceramah Anda dalam waktu yang lebih lama. Karena sesuatu yang lucu itu tidak terduga, humor membuat pikiran para pendengar bekerja. Kita –utamanya pendengar– berjalan dari sesuatu yang sudah kita ketahui dan sudah kita duga menuju ke sesuatu yang tidak kita ketahui dan kita duga sebelumnya. Dalam prosesnya, para pendengar mempelajari cara baru dalam melihat, mendengar, dan memproses pesan yang mungkin telah akrab dengan mereka. Seolah-olah para pendengar menemukan sebuah gambar baru yang sebetulnya adalah gambar lama dengan bingkai yang baru. Seringkali proses ”AHA” muncul ketika kita berada dalam perasaan gembira, dan humor mampu memicu hal itu. Selain itu humor akan …

4. Menghentikan lamunan, menyegarkan suasana, dan membantu Anda menyusupkan pesan.

Bukan hal yang mudah dalam mendapatkan perhatian orang lain ketika Anda pertama kali memulai pembicaraan. Orang-orang memikirkan hal lain, mereka melamun, mereka berbicara dengan orang-orang di sebelahnya, mereka bertanya-tanya dalam hati tentang menu makan siang setelah seminar Anda. Pikiran dan perasaan mereka berada di tempat dan waktu yang lain. Cerita, kutipan, gurauan, foto, atau video klip yang penuh humor merupakan cara efektif dalam mengundang pendengar Anda untuk berpartisipasi dalam ceramah Anda. Itu menghentikan sejenak lamunan yang sedang berlangsung, dan menciptakan peluang bagi Anda untuk mengambil-alih kendali atas kondisi ceramah Anda. Itu pula yang menggantikan teriakan ”Toloong, perhatikan saya sebentar!”

Ketika para pendengar tertawa, pikiran mereka terbuka dan mereka pun siap menerima pesan Anda. Anda kini lebih leluasa menyusupkan pesan Anda dan bahkan para pendengar Anda mungkin tidak sadar bahwa mereka telah menerima pesan Anda.

Sebagaimana bumbu dalam masakan, bijak-lah dalam menggunakan humor dalam pembicaraan kita. Gunakan seperlunya, sesuai dosis dan tujuannya.

Selamat berkomunikasi, semoga berguna!

Comments

  1. hand

    October 4, 2010

    betul mas …

  2. Rio Purboyo

    October 13, 2010

    Terima kasih, telah bersedia berkunjung. Salam kenal.

  3. Aris Sofan Lutfianto

    April 14, 2011

    Menarik, bumbu ini acapkali tersampaikan secara tidak sadar saat berhadapan dengan audience.

    Namun, kadang, kekhawatiran saya, selepas pertemuan ketika audience ditanya seseorang tentang apa yang didapat saat pertemuan tersebut mereka berkata “Nggak tahu ya, pokoknya lucu banget, saya tidak bisa berhenti tertawa!”.

    Mungkin, mas Rio bisa melanjutkan pembahasan ini tentang dosisnya [dari indikasi/gejalanya].

  4. Rio Purboyo

    April 14, 2011

    pak Aris Sofan, secara mendasar kata kunci “relevansi” ialah jawaban utamanya. Berbeda dengan pagelaran komedi (apa pun media penyiaran dan formatnya), perbincangan kita (seminar, pelatihan, workshop, bahkan dalam keseharian) patutlah mengedepankan relevansi.

    Kita tertawa karena adanya kesatuan pengertian.Dan, alangkah indahnya kesamaan pemahaman itu, tetap terjaga dengan memberikan porsi humor yg sesuai dengan keBUTUHan dalam perbincangan. Tidak berlebih-lebihan sampai ‘terasa lebay’, tapi juga tidak kekurangan hingga ‘terasa garing’.
    Semoga berguna, ya pak Aris Sofan.

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.