Inspirasi Detik ini

Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain — William Wordsworth

Berhasil, dengan 5 PLUS 4

Posted by
|

Sebelum menyelesaikan bacaan ini, jawablah pertanyaan sederhana berikut…

5+4 = ???

Sudah? Gampang, ya!

Apa pun yang terkait dengan cita-cita tentu membuat kita tertarik dengannya, ‘kan? Terlebih ketika kita temukan prinsip dan pendekatan mutakhir yang lebih efektif. Betapa mudahnya saat ini, kita dapati panduan seperti itu. Tulisan di bawah ini, adalah salah satu bagian yang turut menyempurnakan petualangan kita dalam mewujudkan harapan baik kita. Tentunya, bagian lain dari yang dimaksudkan bisa Anda jumpai dan baca di tulisan saya sebelumnya.

Selamat membaca, semoga berguna.

Lima Prinsip Pencapaian Cita-cita

Mencapai sebuah cita-cita besar, biasanya dilakukan dengan membagi cita-cita yang besar itu menjadi satuan-satuan target yang lebih kecil, untuk kemudian didistribusikan dalam satuan-satuan waktu yang lebih pendek.

Cara ini kita lakukan dengan memenuhi 5 prinsip kerja seperti di bawah ini:

#1 Prinsip Kebertahapan

Kita tidak bisa mencapai semua keinginan kita sekaligus. Maka, cita-cita kita harus dibuat seperti tangga, di mana kita mendakinya secara bertahap. Walaupun pentahapan ini tidak boleh dibuat terlalu rigid, tetapi ia tetap diperlukan. Sebab, ketergesa-gesaan biasanya merupakan pangkal kecerobohan dan kegagalan.

Kita pastinya telah mengenali prinsip ini, ”Siapa yang ingin meraih sesuatu sebelum waktunya, niscaya ia akan gagal mencapai sesuatu itu.”

#2 Prinsip Prioritas

Prinsip pentahapan harus dilengkapi dengan prinsip prioritas. Karena kita tidak mungkin meraih segala sesuatu sekaligus, maka kita harus membaginya ke dalam tahapan-tahapan. Namun, untuk menentukan dari mana kita memulainya, apa yang kita dahulukan, dan mengapa kita mendahulukannya, kita harus menerapkan prinsip prioritas.

Prinsip ini mengajarkan bahwa sesuatu didahulukan karena hubungannya lebih dekat dengan pencapaian tujuan hidup kita dibandingkan dengan yang lain, dan kemampuan kita untuk melakukannya, saat ini, lebih baik dibandingkan dengan yang lain.

#3 Prinsip Keseimbangan

Prinsip ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh membiasakan diri untuk membayar setiap satu kemajuan yang kita capai dengan mengorbankan aspek-aspek lain dalam hidup kita.

Kita harus mempertahankan keseimbangan hidup kita: keseimbangan antara aspek dunia dan akhirat, keseimbangan antara aspek material dan spiritual, keseimbangan antara aspek pengetahuan dan perbuatan, keseimbangan antara ruh dan fisik, keseimbangan antara akal dan hati, keseimbangan antara karir dan keluarga, dan keseimbangan kemajuan personal dan keharmonisan sosial. Setiap sesuatu yang kita korbankan saat ini akan menuntut bayaran pada masa-masa berikutnya.

#4 Prinsip Kesinambungan

Prinsip ini mengajarkan bahwa apa yang perlu kita pertahankan dalam mencapai cita-cita adalah kesinambungan kerja. Yakni bahwa kita terus bekerja, bekerja, dan bekerja lagi untuk mencapai cita-cita itu. Kesinambungan kerja akan sangat ditentukan oleh kesinambungan tekad dan semangat kita.

Prinsip ini percaya bahwa kesuksesan besar adalah gabungan kesuksesan-kesuksesan kecil. Bahwa air yang lembut tetap dapat menembus batu yang keras selama ia terus menetesi batu itu. Bahwa bangunan-bangunan besar tetaplah merupakan gabungan dari butir-butir pasir.

#5 Prinsip Momentum

Kita juga harus memiliki keyakinan berikut ini. Bahwa terkadang situasi dan kondisi di luar diri kita menghadirkan sebuah momentum untuk melakukan lompatan besar dalam hidup kita, dan melampaui tahapan-tahapan yang pernah kita susun sebelumnya. Momentum itu hadir begitu saja, tanpa pernah kita pikirkan sebelumnya dan tanpa kita usahakan dengan sengaja. Jika Anda menemui momentum seperti ini, maka rebutlah momentum itu. Sebab, keberuntungan lebih menyukai pribadi yang lebih siap.

Empat Unsur Visualisasi

Seberapa sering kita dapati saran betapa manjurnya visualisasi?
Sehebat itukah visualisasi dalam membantu menciptakan impian kita?

Seorang ilmuwan berujar, bahwa ”Apa pun yang bisa diciptakan manusia hanya melalui dua urutan. Pertama, dengan imajinasinya. Alias, visualisasi. Kedua, dengan eksekusi tindakannya.
Sebuah hotel awalnya dibangun dalam ruang imajiner di pikiran sang arsitek, lantas ia desainkan cetak biru rancangan pembangunannya. Dan diselesaikan oleh kerja berurutan para pekerja konstruksi. Dari imajinasi menuju eksekusi. Seperti itu!”

Menggunakan visualisasi dengan melibatkan semua indera akan sangat membantu kita untuk bisa melakukan sesuatu yang kita yakini pasti bisa kita lakukan. Kita lihat, kita dengar, kita rasakan semua situasi dimana kita menikmati sesuatu yang kita ingin lakukan, maka Insya Allah, dengan keyakinan yang kuat kita akan dapat lakukan seperti yang kita ingin lakukan. Hal ini dalam NLP merupakan bagian dari Well Formed Outcome. Semakin nyata kita membayangkan keberhasilan yang kita inginkan, maka semakin besar kemungkinan mencapai keberhasilan itu.

Lantas, apa saja sih penyusun visualisasi yang efektif itu? Sebesar apa pun rasa ingin tahu Anda, pastikan Anda langsung gunakan keefektifan visualisasi untuk impian Anda, segera setelah membaca 4 unsur visualisasi di bawah ini. Begitu sering menggunakannya, tentu makin terasa manfaatnya. Silakan!

#1 Seberapa sering

Aspek pertama dari visualisasi adalah frekuensi. Frekuensi menunjukkan berapa kali Anda memvisualisasikan tujuan Anda yang ingin Anda capai, atau kinerja prima yang ingin Anda kuasai dalam konteks tertentu. Semakin sering Anda mengulang-ulang gambar mental dari outcome atau performa yang Anda kehendaki, semakin mudah hal ini akan diterima oleh kesadaran Anda, dan semakin cepat hal ini menjadi realita dalam hidup Anda.

#2 Seberapa lama

Aspek kedua dari visualisasi adalah durasi waktu dari gambaran di pikiran. Ini terkait seberapa lama Anda mampu mempertahankan film imajiner itu di pikiran Anda, setiap kali Anda memutarnya. Saat Anda merasakan kenyamanan dan rileks, bahkan pastinya Anda sangat mudah menjaga kondisi mental di mana Anda merasa mampu berkinerja sebaik mungkin selama beberapa detik, bahkan juga beberapa menit. Semakin lama Anda mampu mempertahankan film imajinatif Anda, semakin dalam ia akan masuk dalam pikiran bawah sadar Anda, dan akan makin sering ia menjadi realita sesuai urutan yang Anda imajinasikan.

#3 Seberapa jelas

Elemen ketiga adalah kejelasan, kejernihan. Terdapat hubungan selaras antara seberapa jelas Anda bisa melihat tujuan yang Anda kehendaki dalam pikiran Anda dengan seberapa cepat ia mewujud dalam kenyataan. Inilah penjelas utama tentang bekerjanya Hukum Ketertarikan dan Hukum Keterkaitan. Kejernihan dari impian Anda secara langsung menentukan seberapa cepat ia terbukti dalam keseharian Anda.

Yang menariknya. Saat Anda mendesain sebuah tujuan baru, gambar atau film dari impian ini pada mulanya seringkali samar-samar dan buram. Mungkin Anda tidak memiliki ide bagaimana impian ini akan menjadi seperti apa. Tapi, semakin sering Anda menuliskannya, makin sering Anda secara mental memperhatikannya lagi dan lagi, akan semakin jelas dan jernih impian Anda itu. Hingga di suatu waktu, akan sebening kaca kristal. Di saat inilah, impian Anda secara tiba-tiba hadir dalam realita Anda, sesuai seperti imajinasi Anda.

#4 Seberapa intens

Intensitas adalah elemen keempat. Ini terkait dengan kandungan perasaan yang terikat kuat dengan gambar/film imajiner Anda. Dalam prakteknya, inilah bagian terpenting dan terkuat dari proses visualisasi. Seringkali, saat emosi Anda berada dalam intensitas yang sangat baik dan imajinasi Anda terlihat jelas, impian Anda akan sangat cepat menjadi kenyataan.

Selamat menikmati perjalanan menuju satu per satu pencapaian harapan baik kita.

Comments

  1. Radinal Mukhtar Harahap

    September 20, 2010

    Salam…

    Terima kasih mas… 5 hal yang ditambahkan 4 hal di atas membuat hidup ini menjadi 9 yang sering diartikan keberuntungan…

    Thanks..

  2. Rio Purboyo

    October 13, 2010

    Betul banget, mas Radinal Mukhtar. Sampai jumpa di keberuntungan berikutnya, ya?

  3. heru ss

    January 9, 2011

    siip, luar biasa. tkasih Mas Rio

  4. riana

    July 11, 2012

    Saya sgt trtarik sekali dg visualisasi..apabila kita sedang menunggu hasil ujian,apakah dpt kt visualisasikan dg berimajinasi lulus?

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.