Inspirasi Detik ini

Apa yg kita isikan ke hari ini, pasti lebih menentukan bagi masa depan, daripada apa yg hanya kita anggap istimewa dari hari ini. — Rio Purboyo

Menyambut Seperempat Abad

Posted by
|

ilust riopurboyo 03 Menyambut Seperempat Abad

Malam ini, kubuka sebuah buku. Isinya mengguncangkan jiwa. Betapa tidak, di dalamnya dituliskan bahwa usia ‘muda’ bukanlah halangan menggapai kebesaran. Lihat saja Iwan Gayo, penggagas Seri Buku Pintar, berhasil menjadi jutawan di usia sekitar 30 tahun. Lalu ada Parasian Sihite, agen koran di Jakarta Pusat, di usianya yang baru 35-an tahun, ia telah berhasil mengembangkan omzetnya hingga mencatat transaksi sekitar Rp 1,8 – Rp 2,4 miliar per bulannya. Berikutnya ada Lucy Gani Wijaya, saat baru berusia 21 tahun (dan masih berstatus mahasiswi sastra Inggris Universitas Sanata Dharma, Jogjakarta), sudah mampu mempekerjakan 300 tenaga kerja. Usahanya itu –membuat tas, vas bunga, dan tatakan gelas dari limbah kertas koran– telah dipasarkan bahkan ke luar nusantara. Adalah Denmark, Jerman, Kanada, Singapura, dan Australia menjadi pasar setia pembeli produk seorang gadis ‘muda’ asal kota Gudeg itu.

Yang terbaru, seorang arek Suroboyo, mampu menggugah jiwa anak-anak muda lainnya. Layaknya Bung Tomo di kala itu, gaung keberhasilannya di bidang bisnis makanan, Bos Kebab Turki Baba Rafi ini –Anda sudah tahu siapa dia- telah membuat beberapa pengusaha di luar Indonesia tertarik untuk membeli franchisenya. Dan tak tanggung-tanggung, di usianya yang 23 tahun, usahanya mampu mencetak rekor omzet Rp 1 milyar sebulan, dihasilkan dari 100 unit gerai makanannya di seantero nusantara.

Di luar sana, ada sosok Paul Allen (saat itu berusia 20 tahun) dan Bill Gates (19 tahun), yang mengawali kiprahnya di dunia digital. Pun juga Michael Dell, pendiri Dell Computer, memulai bisnisnya di usia muda, sekitar 20 tahunan. Bahkan, tengoklah sejarah di mana ada anak manusia yang berhasil membebaskan sebuah negara di usianya yang ’baru’ 23 tahun.

Tergagap aku melihat semua itu, adakah yang BESAR sudah terjadi pada diri ini? Terdiam aku merenungi hari demi hari, telahkah tercatat prestasi yang AGUNG selama ini? Tercekat tenggorokanku, mengapa tidak (belumkah?) banyak anak manusia yang bisa menikmati hadirku di dunia ini? Kapankah tiba masa di mana kebaikan menjadi pakaian keseharianku? Oh betapa ruginya telah hidup selama ini tanpa ada kecemerlangan yang bisa menyinari. Belum ada, dan memang belum ada.

But, wait man. Let me make a chance, and prove my words!

Jelang seperempat abad usiaku, setahun ke depan kumau yang terbaik. Kutak lagi bersedia berpuas diri dengan apa yang kurang dari potensi maksimalku. Malu, karena aku malu.

Malu pada mentari, yang tiada henti menyinari seisi bumi.
Malu pada purnama, yang hadirmu selalu dirindu.
Malu pada siang, yang terangnya sibuk orang bekerja bersamanya.
Malu pada malam, yang anak manusia beristirahat nyenyak di dalam pelukannya.
Malu pada langit, yang menaungi dari benda-benda angkasa.
Malu pada bumi, yang hamparannya menampung semua anak manusia.
Malu pada jiwa, yang telah diciptakan dengan penuh kesempurnaan.
Malu pada jantung, yang setia berdenyut … entah hingga seberapa lamanya.

Kuharuskan memulai dan menuntaskan harapan. Meski dengan tertatih, sementara sudah ada yang bisa berlari. Kupaksakan menulis selembar melodi hati, meski sudah ada yang mampu menggetarkan kesadaran dengan lembaran penuh inspirasi. Kuanjurkan diri ini, untuk tidak lagi terperosok terlalu dalam di lubang yang sama. Kusegerakan melatih otot-otot mental menjadi lebih kuat dari beban-beban kehidupan. Kutak mau lagi mengasihani diri, dengan ungkapan ’emang payah hidup di negeri antah-berantah’. Karena kusadar, selalu ada yang hebat di antara mereka yang kesulitan. Bukankah susah dan mudah itu hanya sebuah pendapat pribadi? Bila kupunya waktu untuk mengeluh, sebenarnya aku juga punya waktu untuk berkarya dan memberi solusi.

Selamat datang jiwaku yang baru. Peluklah diri ini dengan hangat, di tengah kerinduanku akan kedamaian, kegembiraan, dan kesyukuran.

Add a comment

Tentang RioPurboyo dot Com

RioPurboyo.com adalah blog pemberdayaan diri. Hadir sebagai upaya pembaik kualitas hidup supaya lebih berkah, bermakna, dan berguna. Ketika Anda bersedia berlatih untuk mengembangkan kualitas diri, hubungi 0857-84-450-450.

Apa itu Komunitas?

Komunitas ialah alumni pelatihan dan pembaca blog. Silakan bergabung untuk saling berinteraksi, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Follow us: Twitter | Facebook
Copyright © 2011 Rio Purboyo dot Com. All rights reserved.